MAJALAHJURNALIS.Com
(Jakarta) - Badan baru Iran yang mengawasi Selat
Hormuz telah memperluas wilayah-wilayah yang masuk dalam kendalinya. Wilayah
kendalinya disebut meluas hingga ke perairan di selatan pelabuhan Fujairah, Uni
Emirat Arab (UEA), yang menampung infrastruktur minyak yang dirancang untuk
menghindari Selat Hormuz. Lalu
lintas melalui Hormuz -- jalur pelayaran global yang vital -- telah berada di
bawah kendali Iran sejak pecahnya perang dengan Israel dan Amerika Serikat pada
28 Februari. Iran
secara efektif menutup selat tersebut sejak perang dan berupaya memungut tarif
bagi kapal-kapal yang melintasinya, bersikeras bahwa kapal yang melintasi jalur
air tersebut harus mendapatkan izin dari angkatan bersenjata Iran. Dilansir
kantor berita AFP, Kamis (21/5/2026), dalam sebuah unggahan di media sosial X
pada hari Rabu (20/5/2026) yang disertai dengan peta, badan Iran tersebut,
Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) mengatakan bahwa mereka telah menguraikan
"yurisdiksi pengaturan untuk pengelolaan selat tersebut". Dikatakan
bahwa ini mencakup area antara garis yang membentang dari "Kuh-e Mubarak
di Iran ke selatan Fujairah di UEA... hingga garis yang menghubungkan ujung
pulau Qeshm di Iran ke Umm Al-Quwain di UEA". Ditambahkan
bahwa "transit melalui area ini untuk tujuan melewati Selat Hormuz
memerlukan koordinasi dan izin dari Otoritas Selat Teluk Persia".
Awal
bulan ini, Teheran meluncurkan PGSA yang disebut akan bertanggung jawab untuk
berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran guna mengumpulkan biaya pelayaran.
Mereka juga mengancam akan menyerang kapal apa pun yang melintasi selat tanpa
izin mereka. Di
akun media sosialnya, yang mulai aktif sejak Senin (18/5/2026) lalu, PGSA
mendefinisikan dirinya sebagai "badan hukum dan otoritas perwakilan
Republik Islam Iran untuk mengelola jalur dan transit melalui Selat
Hormuz." Hubungan
antara Iran dan UEA telah sangat tegang sejak perang antara AS-Israel melawan
Iran. Tepatnya setelah Teheran melancarkan serangan rudal dan drone balasan
terhadap negara-negara Teluk sebagai respons atas serangan AS-Israel. Pekan
lalu, Iran menuduh UEA memainkan peran aktif dalam perang tersebut. Klaim ini
telah dibantah UEA. UEA
juga sangat menentang kendali Iran atas Selat Hormuz dan menyerukan tindakan
bersama untuk memastikan kebebasan navigasi melalui selat tersebut. Sumber
: detiknews
0 Komentar