Oleh : Syeh Muhammad Ricky Ramadhan

 
MPLS 2026: Saatnya Sekolah Jadi Rumah Kedua yang Ramah Anak

MAJALAHJURNALIS.Com - Tahun Ajaran Baru 2026 telah dimulai . Dan seperti biasa, ada satu momen yang selalu dinanti sekaligus ditakuti siswa baru: MPLS - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
 
Dulu, MPLS sering diidentikkan dengan baris-berbaris di lapangan panas, yel-yel teriak, atribut aneh-aneh, sampai senioritas yang bikin anak baru menangis di hari pertama. Tapi 2026 harus berbeda.
 
Kementerian Pendidikan sudah menegaskan: MPLS harus "Ramah Anak". Artinya, ini bukan ajang uji nyali. Ini adalah ruang menyambut.
 
MPLS Bukan Perpeloncoan, Tapi Pelukan Pertama
Dari  Tingkat PAUD sudah dimulai program MPLS sehingga dunia belajar yang dikenalkan menyenangkan  dan bayangkan anak usia 6 tahun masuk SD, atau remaja 12 tahun masuk SMP, atau 15 tahun masuk SMA. Dunia mereka berubah total. Gedung baru, guru baru, teman baru.
 
Kalau hari pertama mereka disambut dengan bentakan, hukuman, dan rasa takut, bagaimana mereka bisa jatuh cinta pada sekolah?
 
MPLS Ramah Anak 2026 harus jadi "pelukan pertama". Hari-hari pertama diisi dengan permainan edukatif, tur keliling sekolah sambil tertawa, perkenalan guru dengan cara yang hangat, dan pengenalan aturan sekolah lewat cerita, bukan ceramah.
 
Tujuannya satu: membuat anak merasa aman, nyaman dan bangga menjadi bagian dari sekolah ini.
 
3 Pilar MPLS Ramah Anak 2026
Agar tidak sekadar slogan, MPLS tahun ini harus berpijak pada 3 pilar:
 
  1. Tanpa Kekerasan Fisik dan Verbal: Stop atribut memberatkan, stop push-up, stop kata-kata merendahkan. Ganti dengan kegiatan kolaborasi. Kakak kelas bukan algojo, tapi kakak mentor yang menuntun.
  2. Berbasis Karakter dan Literasi: Isi MPLS dengan pengenalan budaya literasi, anti-bullying, anti-narkoba, dan cinta lingkungan. Ajak siswa baru menanam pohon di hari pertama. Biar mereka ingat: "Aku pernah menanam harapan di sekolah ini".
  3. Melibatkan Orang Tua dan Komunitas: MPLS bukan urusan sekolah saja. Undang orang tua di hari penutupan. Tampilkan pentas kreativitas siswa baru. Biar orang tua lihat: anaknya tidak disiksa, tapi sedang bertumbuh.
 
Tugas Kita Bersama
  • Bagi Kepala Sekolah: beranilah menolak tradisi lama yang melukai. 
  • Bagi Guru dan Panitia: jadilah fasilitator kebahagiaan, bukan komandan lapangan.
  • Bagi Kakak Kelas: ingat, kalian dulu juga pernah jadi anak baru yang gugup.
Karena sejujurnya, kesan 3 hari pertama di sekolah akan menentukan 3 tahun ke depan. Anak yang merasa diterima di MPLS, akan lebih semangat belajar, lebih berani bertanya, dan lebih peduli pada sekolahnya.
 
MPLS 2026 bukan tentang "kuat-kuatan". Ini tentang "hangat-hangatan".
 
Mari kita pastikan, ketika bel pertama tahun ajaran 2026 berbunyi, yang terdengar bukan tangis, tapi tawa.  Karena sekolah seharusnya bukan tempat paling menakutkan, tapi tempat paling menyenangkan untuk bertumbuh.
Percut Sei Tuan, Juli 2026  Untuk anak-anak Indonesia yang layak disambut dengan cinta.@