Irwasda Polda Sumut saat konferensi pers.@Foto:
Finta Rahyuni/detikSumut
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Tim Itwasda Polda Sumut melakukan audit investigasi terkait
kematian mantan istri Brigadir I, Winda Lorenza Gowasa. Kini, polisi telah
menyerahkan hasil audit itu ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Untuk diketahui,
Winda Lorenza Gowasa, ditemukan tewas di kamar mandi rumah milik orang tua
Brigadir I di kawasan Medan Helvetia pada Minggu 2 Agustus 2026. Ia disebut
bunuh diri dengan pistol milik Brigradir I. Irwasda
Polda Sumut Kombes Nanang Masbudhi mengatakan tim audit itu dibentuk pada 7
Agustus 2026 atas arahan Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto. Tim ini
melibatkan sejumlah pihak eksternal, yakni Kanwil KemenHAM, LBH Medan, dan
Ombudsman Perwakilan Sumut. "Dasar
pelaksanaan perintah audit ini dari Bapak Kapolda dengan pelaksanaan gabungan
antara eksternal dan internal, di mana internal Polda adalah Itwasda Polda
Sumut," kata Nanang, saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Rabu
(23/9/2026). Nanang
menjelaskan bahwa Kapolda Sumut awalnya menargetkan proses audit itu selama dua
bulan. Kini, audit itu telah selesai dilakukan.
Nanang
menyebut objek audit ini meliputi beberapa pihak, di antaranya penyidik
Satreskrim Polrestabes Medan, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut, kedokteran
forensik, laboratorium forensik, keluarga Winda dan keluarga Brigadir I.
Audit ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai
dari wawancara berbagai pihak, pemeriksaan digital, penelitian hasil proses
scientific crime investigation maupun alat bukti yang dikumpulkan oleh para
penyidik. Nanang menyebut hasil audit itu diserahkan ke Kompolnas. "Hasil
daripada audit yang merupakan rekomendasi dari pihak eksternal dan dari
internal kita, rekomendasi-rekomendasi tersebut kita kumpulkan. Lalu, kami
sampaikan kepada pihak Kompolnas untuk sebagai bahan dari beliau untuk
memperdalam klarifikasi terhadap peristiwa-peristiwa tersebut," jelasnya. Namun,
Nanang enggan memerinci hasil audit yang dilakukan pihaknya. Nanang meminta
agar fokus untuk menjaga psikologis anak Winda. "Tanpa
perlu membebani rincian teknis yang rumit untuk menjaga psikologis perkembangan
jiwa anak dari korban yang masih anak-anak tersebut," pungkasnya. Sumber : detiksumut
0 Komentar