Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Desak Prabowo, Anies Minta Bawa Indonesia Keluar dari BoP Usai Iran Diserang AS – Israel

 

Desak Prabowo,  Anies Minta Bawa Indonesia Keluar dari BoP Usai Iran Diserang AS – Israel

Anies Baswedan.@facebook


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) terus mengalir dari berbagai kalangan, kali ini disuarakan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
 
Permintaan ini disampaikan Anies melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya.
 
Mantan calon presiden 2024 itu mengingatkan bahwa Indonesia lahir dari semangat menolak penjajahan.
 
"Di pembukaan UUD 45, kita berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," kata Anies dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
 
Menurut Anies, Indonesia mewarisi reputasi sebagai suara dunia ketiga yang berani menegur negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional, saat mempelopori Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok.
 
Anies mempertanyakan keikutsertaan Indonesia dalam BoP, yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
 
Secara resmi, BoP menjanjikan perdamaian, namun Trump justru memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di tengah negosiasi yang menelan korban hingga setingkat kepala negara.
 
"Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?" tegas Anies.
 
Anies menekankan bahwa prinsip bebas aktif Indonesia bukan berarti ikut di semua forum internasional tanpa seleksi.
 
Menurutnya, Indonesia wajib memilih forum yang selaras dengan prinsip membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan melindungi korban penjajahan, bukan memberi legitimasi pada pelanggar hukum.
 
"Maka kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas, maaf, Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri," ujar Anies.
Sumber : Tribun Solo

Posting Komentar

0 Komentar