Direktur
Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Heni
Hamidah.@Antara/Antara.
MAJALAHJURNALIS.Com
(Jakarta) –
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI meningkatkan upaya perlindungan warga
negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi menyusul memburuknya situasi keamanan di
kawasan Timur Tengah. Perwakilan Indonesia di negara tersebut terus memantau
perkembangan situasi dan berkomunikasi dengan komunitas WNI untuk memastikan
keselamatan mereka.
Direktur
Pelindungan WNI Kemenlu RI Heni Hamidah mengatakan, Kedutaan Besar Republik
Indonesia (KBRI) Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah
terus memantau kondisi keamanan setelah meningkatnya serangan rudal dan pesawat
nirawak atau drone dari Yaman ke sejumlah wilayah Arab Saudi.
"Kedua
perwakilan RI terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi dengan
komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing guna memastikan keselamatan dan
keamanan WNI,” ujar Heni dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta,
dikutip dari Antara, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan
laporan terbaru dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, hingga saat ini belum ada
laporan mengenai WNI yang menjadi korban langsung dalam serangan tersebut.
"Belum
terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat perkembangan
situasi keamanan tersebut,” katanya.
Kemenlu
juga memantau dampak perkembangan keamanan terhadap aktivitas penerbangan di
Arab Saudi. Heni menyampaikan, berdasarkan pemantauan KJRI Jeddah pada 6-8
Oktober 2026, operasional penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz,
Jeddah, masih relatif terkendali.
Lebih
dari 93% penerbangan yang dijadwalkan selama periode tersebut dilaporkan tetap
beroperasi. Meski demikian, perubahan situasi keamanan sewaktu-waktu dapat
memengaruhi jadwal dan operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Heni
memastikan Kemenlu bersama perwakilan Indonesia akan terus mengikuti
perkembangan situasi dan menyiapkan langkah pelindungan yang diperlukan demi
menjaga keselamatan WNI.
Imbauan KBRI Riyadh
Sebelumnya,
KBRI Riyadh menerbitkan imbauan keamanan pada Jumat (9/10/2026). Dalam imbauan
tersebut, seluruh WNI diminta tetap berada di tempat yang aman dan mengikuti
petunjuk keselamatan dari otoritas setempat.
"KBRI
Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan,
menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan
membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial," demikian pernyataan
KBRI Riyadh melalui akun Instagram resminya.
Ketegangan
di Timur Tengah meningkat seiring berlanjutnya pertempuran antara kelompok
Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi. Situasi
tersebut dilaporkan memanas, terutama di sekitar Selat Bab al-Mandab yang
merupakan jalur pelayaran strategis.
Sementara
itu, laporan Xinhua menyebutkan tiga orang tewas dan 36 lainnya mengalami
luka-luka dalam serangan terbaru kelompok Houthi terhadap dua bandara di Arab
Saudi. Informasi tersebut disampaikan otoritas Arab Saudi pada Rabu
(7/10/2026).
Otoritas
Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan serangan menyasar Bandara Internasional
Abha di wilayah barat daya negara itu serta Bandara Internasional King Khalid
di Riyadh. Serangan tersebut dilaporkan berlangsung pada Selasa (6/10/2026) dan
Rabu (7/10/2026).
Sumber
: Beritasatu.com
0 Komentar