Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Viral Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung Utara

 

Viral Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung Utara
Ilustrasi gambar tauran.@detik.com

MAJALAHJURNALIS.Com (Kotabumi) - Keributan yang melibatkan sejumlah anggota TNI dan remaja warga Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, di kawasan Bendungan Way Rarem akhirnya diselesaikan secara damai. Insiden yang sempat viral di media sosial itu berakhir melalui mediasi yang mempertemukan aparat, keluarga korban, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.
 
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (5/6/2026) tersebut menjadi perhatian publik setelah video bentrokan beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman video, terlihat sejumlah anggota TNI dan warga terlibat aksi saling dorong hingga kejar-kejaran di area bendungan.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu diduga dipicu kesalahpahaman antara sejumlah remaja dan personel TNI yang berada di lokasi. Saat kejadian, anggota TNI diketahui sedang melaksanakan kegiatan persiapan penguatan satuan brigade sekaligus melakukan pembersihan eceng gondok di kawasan Bendungan Way Rarem.


Akibat keributan tersebut, delapan remaja warga Desa Pekurun mengalami luka ringan, terutama di bagian kepala dan wajah. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya dilaporkan stabil.
 
Menindaklanjuti kejadian itu, Komandan Kodim 0412/Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman, turun langsung melakukan mediasi dengan berbagai pihak. Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) itu menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.



"Kedatangan kami ke sini untuk meminta maaf atas kejadian tersebut. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Letkol Inf Roni Faturohman.


Dalam forum mediasi tersebut, keluarga korban, tokoh masyarakat, aparatur desa, serta pihak terkait sepakat tidak membawa persoalan ke ranah hukum. Langkah tersebut diambil demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
 
Tokoh masyarakat Desa Pekurun, Hi Hanafi bergelar Tuan Suttan Rajo Pengeran, menyayangkan terjadinya insiden yang memicu keresahan warga tersebut.
 
"Kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Jika memang terjadi kesalahpahaman, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan keributan seperti yang terjadi kemarin," katanya.
 
Menurut Hanafi, Bendungan Way Rarem selama ini menjadi salah satu ruang publik yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, berolahraga, dan berkumpul bersama keluarga sehingga kondusivitas kawasan tersebut perlu dijaga bersama.
 
Pasca mediasi, situasi di Desa Pekurun maupun kawasan Bendungan Way Rarem dilaporkan telah kembali normal. Warga berharap hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat keamanan tetap terpelihara agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar