Gambar
Bencana Alam di Sumut. @ANTARA FOTO/Muhammad
Adimaja.
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Pemprov Sumut memperbarui data kerugian sementara akibat banjir
bandang dan longsor yang terjadi akhir bulan November 2025. Data per hari ini,
kerugian mencapai Rp 18,48 triliun.
Hal itu diketahui dari
Infografis yang dikirim oleh Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo
Sumut Porman Mahulae. Kerugian ini disebut masih terus dapat berubah.
"Estimasi (Rp 18,4
triliun) angkanya masih terus berfluktuasi," kata Porman Mahulae saat dikonfirmasi,
Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan infografis
itu, kerugian di sektor jalan dan jembatan milik Pemprov Sumut mencapai Rp
880,65 miliar. Jalan dan jembatan nasional memiliki kerugian sebesar Rp 814,26
miliar.
Kerugian untuk jalan dan
jembatan kabupaten/kota diperkirakan Rp 940,55 miliar. Sedangkan untuk irigasi,
bendung dan sungai sebesar Rp 912,46 miliar.
Sektor pertanian mengalami
kerugian sebesar Rp 1,48 triliun dan perkebunan sejumlah Rp 535,01 miliar.
Sektor peternakan sebesar Rp 152,87 miliar dan perikanan mencapai Rp 305,6
miliar.
Pada sektor perumahan,
kerugian mencapai Rp 2,78 triliun dan UMKM sebesar Rp 4,48 triliun. Untuk
bangunan sekolah dasar hingga menengah atas, kerugian tercatat Rp 550,6 miliar.
Sektor kesehatan mengalami
kerugian sebesar Rp 361,83 miliar. Untuk rumah ibadah sendiri sebesar Rp 219,50
miliar
Kerugian di sektor pasar,
perbankan, kantor TNI/Polri, dan kantor pemerintah juga tercatat sebesar Rp 3,1
triliun. Sehingga total kerugian sebesar Rp 18,48 triliun.
Sumber
: detiksumut
0 Komentar