Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Guna Jalankan Program Prioritas Presiden, Pemerintah Siapkan SDM Khusus

 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.@Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Pemerintah mulai menyusun kebutuhan sumber daya manusia (SDM) khusus guna mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
 
Langkah ini dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian nasional, sekaligus menghitung kebutuhan aparatur di berbagai sektor strategis.
 
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, penataan SDM merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar program prioritas dapat berjalan optimal dengan dukungan tenaga yang memadai.
 
“Kita semua diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian kita. Dan paralel untuk kami semua diminta melakukan telaah, melakukan exercise dalam rangka ke depan melakukan pengawakan-pengawakan untuk menjalankan program-program prioritas dari Bapak Presiden,” ujar Prasetyo seusai rapat lintas kementerian di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
 
Menurutnya, kebutuhan SDM tersebut mencakup berbagai sektor, tidak terbatas pada satu bidang saja. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Koperasi Desa Merah Putih.
 
“Koperasi Desa Merah Putih itu bagian dari program-program prioritas pemerintah,” ujarnya.
 
Selain itu, pemerintah juga menyoroti pengembangan kampung nelayan yang membutuhkan tenaga dengan kompetensi di bidang kelautan dan perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan atau perbaikan sekitar 1.000 hingga 3.000 kampung nelayan dari total sekitar 12.000 yang ada di Indonesia.
 
“Itu juga kita berharap membutuhkan pengawakan-pengawakan yang memiliki kompetensi di bidang menjalankan kegiatan di bidang perikanan dan kelautan,” kata Prasetyo.
 
Di sektor pendidikan, pemerintah akan melakukan penataan ulang kebutuhan tenaga pendidik, baik dari sisi jumlah, distribusi, maupun bidang studi yang diperlukan.
 
“Beliau juga kita minta mendesain ulang, meng-exercise ulang berapa kebutuhan tenaga pendidik, komposisinya, distribusinya, kemudian bidang atau mata pelajaran yang harus kita hasilkan,” ujarnya.
 
Sementara itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah mencatat masih banyak fasilitas kesehatan yang kekurangan tenaga medis.
 
“Dari sekian 10.000 kurang lebih puskesmas, masih ada kurang lebih 4.000 yang di situ belum memiliki tenaga medis, dokter, maupun terutama dokter gigi juga sangat kurang,” ungkapnya.
 
Terkait kemungkinan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) baru, Prasetyo menyebut pemerintah masih melakukan perhitungan dan finalisasi sesuai kemampuan fiskal negara.
 
“Belum, sedang kita finalkan, kita rumuskan,” katanya.
 
Ia menambahkan, jumlah rekrutmen ASN kemungkinan akan disesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun.
 
“Berapa yang misalnya masuk batas usia pensiun itulah yang kemudian batas kemampuan untuk kita melakukan rekrutmen ASN baru, tentunya sekali lagi untuk menjalankan program-program prioritas dari pemerintah,” jelasnya.
 
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi kunci dalam operasional Koperasi Desa Merah Putih.
 
“Ini kita sedang rapat koordinasi terkait dengan pengawakan program prioritas, di antaranya adalah pengawakan koperasi desa merah putih yang pada bulan Juli nanti sudah ada 30.000 bangunan yang 100% sudah selesai,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, setelah pembangunan fisik rampung, pemerintah harus memastikan operasional koperasi berjalan optimal dengan dukungan SDM yang siap.
 
“Jadi kita persiapkan bagaimana nanti operasionalisasinya termasuk pengawakannya,” tutup Farida.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar