Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.@Beritasatu.com/Akmalal
Hamdhi
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Pemerintah mulai menyusun kebutuhan sumber daya
manusia (SDM) khusus guna mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden
Prabowo Subianto. Langkah ini
dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian
nasional, sekaligus menghitung kebutuhan aparatur di berbagai sektor strategis. Menteri
Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, penataan SDM merupakan tindak
lanjut arahan Presiden agar program prioritas dapat berjalan optimal dengan
dukungan tenaga yang memadai. “Kita semua
diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur
kepegawaian kita. Dan paralel untuk kami semua diminta melakukan telaah,
melakukan exercise dalam rangka ke depan melakukan pengawakan-pengawakan untuk
menjalankan program-program prioritas dari Bapak Presiden,” ujar Prasetyo
seusai rapat lintas kementerian di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat,
Selasa (17/3/2026). Menurutnya,
kebutuhan SDM tersebut mencakup berbagai sektor, tidak terbatas pada satu
bidang saja. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Koperasi Desa
Merah Putih. “Koperasi Desa
Merah Putih itu bagian dari program-program prioritas pemerintah,” ujarnya. Selain itu,
pemerintah juga menyoroti pengembangan kampung nelayan yang membutuhkan tenaga
dengan kompetensi di bidang kelautan dan perikanan. Kementerian Kelautan dan
Perikanan menargetkan pembangunan atau perbaikan sekitar 1.000 hingga 3.000
kampung nelayan dari total sekitar 12.000 yang ada di Indonesia. “Itu juga kita
berharap membutuhkan pengawakan-pengawakan yang memiliki kompetensi di bidang
menjalankan kegiatan di bidang perikanan dan kelautan,” kata Prasetyo. Di sektor
pendidikan, pemerintah akan melakukan penataan ulang kebutuhan tenaga pendidik,
baik dari sisi jumlah, distribusi, maupun bidang studi yang diperlukan. “Beliau juga
kita minta mendesain ulang, meng-exercise ulang berapa kebutuhan tenaga
pendidik, komposisinya, distribusinya, kemudian bidang atau mata pelajaran yang
harus kita hasilkan,” ujarnya. Sementara itu,
sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah mencatat masih banyak
fasilitas kesehatan yang kekurangan tenaga medis. “Dari sekian
10.000 kurang lebih puskesmas, masih ada kurang lebih 4.000 yang di situ belum
memiliki tenaga medis, dokter, maupun terutama dokter gigi juga sangat kurang,”
ungkapnya. Terkait
kemungkinan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) baru, Prasetyo menyebut
pemerintah masih melakukan perhitungan dan finalisasi sesuai kemampuan fiskal
negara. “Belum, sedang
kita finalkan, kita rumuskan,” katanya. Ia
menambahkan, jumlah rekrutmen ASN kemungkinan akan disesuaikan dengan jumlah
pegawai yang memasuki masa pensiun. “Berapa yang
misalnya masuk batas usia pensiun itulah yang kemudian batas kemampuan untuk
kita melakukan rekrutmen ASN baru, tentunya sekali lagi untuk menjalankan
program-program prioritas dari pemerintah,” jelasnya. Sementara itu,
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi
kunci dalam operasional Koperasi Desa Merah Putih. “Ini kita
sedang rapat koordinasi terkait dengan pengawakan program prioritas, di
antaranya adalah pengawakan koperasi desa merah putih yang pada bulan Juli
nanti sudah ada 30.000 bangunan yang 100% sudah selesai,” ujarnya. Ia
menambahkan, setelah pembangunan fisik rampung, pemerintah harus memastikan
operasional koperasi berjalan optimal dengan dukungan SDM yang siap. “Jadi kita
persiapkan bagaimana nanti operasionalisasinya termasuk pengawakannya,” tutup
Farida. Sumber :
Beritasatu.com
0 Komentar