Perdana Menteri
(PM) Malaysia Anwar Ibrahim.@AP
Video/Syawalludin Zain.
MAJALAHJURNALIS.Com (Putrajaya) –
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut serangan brutal terhadap
Iran sebagai perang yang dipaksakan karena ambisi hegemoni Israel di Asia Barat
yang didukung penuh oleh Amerika Serikat (AS).
"Kita bertemu hari ini di tengah
perang yang dipaksakan kepada negara berdaulat Iran dan rakyatnya, yang
didorong ambisi hegemoni Israel di Asia Barat dan didukung mesin perang
AS," ujar Anwar, dikutip dari Antara, Senin (23/3/2026).
Anwar menekankan serangan gabungan
Israel-AS terhadap Iran dilakukan secara terarah terhadap para pemimpin
spiritual, politik, dan pejabat tinggi militer dengan presisi tinggi.
"Korban tewas terus bertambah,
tidak hanya di Iran, tetapi juga di tempat lain seperti Gaza, Lebanon yang
merupakan kota-kota kaya akan warisan sejarah, dibom tanpa pandang bulu,"
tambahnya.
Menurut Anwar, perang di Iran tidak
bisa diukur sepenuhnya dengan angka-angka, karena kematian dan kehancuran yang
terjadi adalah manifestasi dari realitas geopolitik yang lebih mendalam. Ia
menilai serangan AS dan Israel kepada Iran adalah upaya untuk memusnahkan, mendominasi,
dan menaklukkan dengan segala cara.
“Perang ini berdampak ke seluruh
dunia, termasuk Malaysia, sebagai konsekuensi geopolitik dan geoekonomi yang
luas,” tegas Anwar.
Sebelumnya, pemerintah Malaysia,
dengan tegas menyatakan mengutuk agresi Israel dan AS terhadap Iran. Malaysia
juga menyerukan penghentian eskalasi dan peningkatan diplomatik di seluruh
kawasan.
"Jika hukum internasional ingin
mempertahankan kredibilitasnya, maka hukum harus berlaku sama untuk
semua," pungkasnya.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar