Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

3 Warga di Biak Tewas dan Rumah Hancur Gegara Bom Sisa Perang Dunia II Meledak

 

3 Warga di Biak Tewas dan Rumah Hancur Gegara Bom Sisa Perang Dunia II Meledak
Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu 31 Mei 2025.@Beritasatu.com/Istimewa.



MAJALAHJURNALIS.Com (Biak) – Ledakan dahsyat diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026) sore.
 
Insiden ini menewaskan sejumlah warga, menyebabkan beberapa orang hilang, serta menghancurkan rumah-rumah panggung di sekitar lokasi.
 
Peristiwa terjadi di kawasan pesisir dekat Tiptop dan Pasar Ikan Biak. Kekuatan ledakan memicu kobaran api besar dan asap hitam pekat yang terlihat dari berbagai titik di kota.
 
Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar area pelabuhan, ledakan menghasilkan gelombang kejut yang sangat kuat. Atap-atap seng beterbangan, sementara puing bangunan berserakan hingga ke wilayah perairan di sekitar lokasi kejadian.
 
Warga yang berada di sekitar lokasi mengaku mendengar suara dentuman keras yang disusul kepulan asap membumbung tinggi.
 
Informasi sementara yang dihimpun dari warga menyebutkan ledakan diduga terjadi saat sejumlah warga berusaha membongkar benda yang diduga merupakan bom lama.
 
"Ledakan bom itu diduga sengaja dibuka untuk diambil serbuknya. Saat dipisahkan, ternyata meledak juga," ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi.


Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
 
Asal Usul Bom
 
Secara historis, Biak dikenal sebagai salah satu wilayah yang menjadi medan pertempuran sengit pada Perang Dunia II. Karena itu, temuan sisa amunisi dan bahan peledak peninggalan perang bukan hal baru di wilayah tersebut.
 
Namun, di tengah masyarakat juga muncul dugaan lain terkait asal-usul benda yang meledak. Sebagian warga mempertanyakan kemungkinan benda tersebut merupakan bahan peledak yang dirakit untuk aktivitas penangkapan ikan ilegal.
 
Hingga Minggu (31/5/2026) malam, proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung. Warga bersama tim penyelamat menyisir reruntuhan bangunan dan area perairan di sekitar lokasi ledakan.
 
Berdasarkan informasi awal dari warga setempat, beberapa korban yang berhasil diidentifikasi antara lain Mira Ayorbaba dan seorang anak bernama Isrel Raubaba yang dilaporkan meninggal dunia. Moris Raubaba juga disebut menjadi korban, tetapi jasadnya masih dalam pencarian.
 
Selain itu, sejumlah warga lainnya dilaporkan hilang dan masih dicari tim gabungan. Sejumlah korban luka turut dievakuasi dari kawasan pantai untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Aparat dari Polres Biak Numfor langsung mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab ledakan sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak lain yang masih tersisa di sekitar lokasi.
 
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kronologi pasti, jumlah final korban jiwa, maupun total kerugian material akibat insiden tersebut. Proses pencarian korban dan investigasi masih terus berlangsung.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar