MAJALAHJURNALIS.Com (Medan)
- Aksi sadis kembali terjadi di wilayah Deli Serdang.
Seorang pria Rahmadsyah (45) menjadi korban penculikan dan penganiayaan berat
oleh sekelompok pemuda yang diduga merupakan suruhan seorang pria berinisial
GS, yang mengaku sebagai ketua ormas. Korban dibuang dalam kondisi
berlumuran darah di depan Rumah Sakit Muhammadiyah, di Jalan Mandala By Pass,
Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (30/5/2026) malam. Peristiwa bermula sekitar pukul 19.00
WIB di rumah kontrakan korban yang berada di Jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas,
Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Saat itu, Rahmadsyah sedang berada di
dalam rumahnya, tiba-tiba didatangi dan dikeroyok oleh sekelompok orang dalam
jumlah besar. Korban kemudian diculik dan dibawa ke
lokasi lain. Di tempat tersebut, ia disiksa serta dibacok menggunakan senjata
tajam jenis kelewang. Akibatnya, Rahmadsyah mengalami luka
bacokan di sekujur tubuh dan bagian kepala.
Setelah merasa puas, para pelaku
dengan kejam membuang korban yang masih berlumuran darah di area depan RS
Muhammadiyah. Korban yang masih dalam kondisi syok
menjelaskan identitas para pelaku. Ia menyebut ada sekitar 50 orang yang
terlibat dalam penyerangan tersebut. "Mobilnya banyak. Yang bacok aku
si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga.
Kurang lebih ada 50 orang," ujar Rahmadsyah. Korban juga menirukan perkataan pelaku
yang mengatasnamakan seorang ketua ormas. "Yang gondrong Soek bilang, 'Mati
kau, mati kau. Ini perintah Guntur, ini perintah Ketua Guntur. Perintah,
matikan, matikan,' ini perintah ketua," lanjutnya menirukan ancaman para
pelaku.
Sementara itu, Serka Dede Andiruka,
kakak kandung korban yang merupakan anggota TNI, membenarkan kejadian
tersebut. Ia mengaku keluarganya telah berupaya
membawa adiknya ke rumah sakit, namun mengalami penolakan beruntun. "Adik saya sempat dibawa ke RS
Muhammadiyah, tapi kemudian kami rujuk ke RS Bhayangkara. Namun ditolak. Kami
balik lagi ke RS Muhammadiyah, ditolak lagi. Lalu kami bawa ke RS Murni Teguh,
juga ditolak," ungkap Dede dengan nada putus asa saat dikonfirmasi awak
media, Minggu (31/5/2026). Hingga akhirnya, pihak keluarga
memutuskan membawa Rahmadsyah ke rumah kakak mereka untuk mendapatkan
pertolongan pertama. "Akhirnya kami bawa ke rumah
kakak kami. Nggak taulah kenapa ditolak, bingung juga," tuturnya. Atas kejadian ini, keluarga korban
mengaku telah mendatangi Mapolrestabes Medan untuk membuat laporan polisi.
Namun, hingga Minggu siang, laporan tersebut belum juga terdaftar. "Laporan sudah saya serahkan ke
pengacara kami, tapi sampai sekarang belum diangkat. Mungkin masih istirahat,
karena kami baru bubar sampai jam 5 pagi," keluh Serka Dede. Hingga berita diposting, belum ada keterangan
dari pihak kepolisian. Sumber : TribunMedan.
0 Komentar