Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ini Alasannya Mengapa Jumlah Rakaat Salat Wajib Tidak Sama

 

Ini Alasannya Mengapa Jumlah Rakaat Salat Wajib Tidak Sama

Ilustrasi salat.@Masjid Pogung Dalangan/Unsplash.


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Setiap Muslim diwajibkan melaksanakan salat fardu lima waktu. Sebab salat wajib merupakan tiang agama.
 
Namun, pernahkah detikers merenungkan kenapa jumlah rakaat setiap salat tidak sama? Subuh hanya dua rakaat, sedangkan Zuhur, Asar, dan Isya berjumlah empat rakaat, serta Magrib berjumlah tiga rakaat.
 
Dilansir detikHikmah, ketentuan waktu dan perbedaan jumlah rakaat salat, menurut para ahli hikmah, tidaklah terjadi tanpa alasan. Ketetapan tersebut berakar dari sejarah syariat yang pernah dikhususkan kepada para nabi terdahulu sebelum masa Nabi Muhammad SAW.
 
Setiap jumlah rakaat dan waktu pelaksanaannya erat kaitannya dengan peristiwa penting serta ungkapan rasa syukur para nabi atas pertolongan Allah SWT.
 
Dirangkum dari buku Mengungkap Rahasia Sholat Para Nabi karya Syamsuddin Noor, berikut ini asal-usul dan latar belakang di balik perbedaan jumlah rakaat salat lima waktu.
 
Asal-usul Rakaat Salat Wajib
 
1. Salat Subuh (2 Rakaat) - Kisah Nabi Adam AS
 
Nabi Adam AS adalah orang yang pertama kali mengerjakan Salat Subuh. Hal itu dilakukan setelah diturunkan dari surga ke bumi.
 
Bermula Nabi Adam selalu merasa ketakutan dan cemas saat bumi mulai memasuki waktu malam dan berangsur gelap. Sebab Nabi Adam belum pernah mengalami suasana kegelapan seperti itu sebelumnya.
 
Nabi Adam AS menunaikan salat dua rakaat saat fajar mulai terbit dan cahaya fajar mengusir kegelapan malam. Salat ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam atas kembalinya cahaya siang dan hilangnya rasa cemas.
 
Dua rakaat Subuh ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang Allah SWT selalu menyertai manusia dalam setiap keadaan. Sekali pun manusia berada di dalam kegelapan.
 
2. Salat Zuhur (4 Rakaat) - Kisah Nabi Ibrahim AS
 
Nabi Ibrahim AS adalah sosok yang pertama kali mendirikan Salat Zuhur. Momen itu terjadi tepat pada saat matahari tergelincir di siang hari, setelah Nabi Ibrahim berhasil melaksanakan perintah Allah yang amat berat, yaitu menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
 
Lalu, sebagai ungkapan rasa syukur karena Allah SWT telah mengganti Nabi Ismail dengan seekor biri-biri dari surga, maka Nabi Ibrahim pun menunaikan salat empat rakaat.
 
Adapun empat rakaat ini mencerminkan empat alasan kesyukuran:
 
  • Atas tebusan (penggantian) bagi Nabi Ismail.
  • Atas hilangnya kekhawatiran luar biasa sebagai seorang ayah.
  • Atas nikmat datangnya biri-biri dari surga.
  • Atas kedamaian serta kekuatan yang Allah karuniakan kepadanya sebagai hamba yang taat.


3. Salat Asar (4 Rakaat) - Kisah Nabi Yunus AS

 
Kisah Nabi Yunus AS menjadi asal-usul salat Asar, yakni ketika Allah SWT mengeluarkan dirinya dari dalam perut paus dengan selamat. Kondisi fisik Nabi Yunus sangat lemah begitukeluar ke daratan.
 
Hal itu diibaratkan seperti anak burung yang baru menetas dan belum memiliki bulu.


Nabi Yunus AS mengalami empat kegelapan ketika berada di dalam perut paus, yaitu:
 
  • Gelapnya isi perut paus.
  • Gelapnya air laut yang dalam.
  • Gelapnya malam yang pekat.
  • Gelapnya pergerakan di dalam perut paus itu sendiri.
 
Nabi Yunis diselamatkan dan berhasil keluar dari segala penderitaan itu pada waktu asar. Beliau pun langsung melaksanakan salat empat rakaat sebagai wujud syukur atas keselamatannya dari keempat kegelapan tersebut.
 
4. Salat Magrib (3 Rakaat) - Kisah Nabi Isa AS
 
Nabi Isa AS adalah orang yang pertama kali mengerjakan salat Maghrib. Momen itu terjadi ketika ia keluar dari tengah-tengah kaumnya pada saat matahari terbenam.
 
Nabi Isa lantas menunaikan salat tiga rakaat. Adapun setiap rakaatnya memiliki makna ketauhidan dan penghormatan yang mendalam:
 
Rakaat pertama: Ditujukan untuk menafikan (menolak) sifat ketuhanan dari selain Allah Ta'ala.
 
Rakaat kedua: Untuk menafikan tuduhan-tuduhan keji yang dilemparkan oleh kaumnya kepada ibunya, Maryam.
 
Rakaat ketiga: Untuk menetapkan pengakuan, penghormatan, dan penyembahan hanya kepada Allah semata.
 
Secara tata cara, dua rakaat pertama yang murni berkaitan dengan Allah dihimpun dalam satu tahiyat, sementara satu rakaat yang berkaitan dengan pembelaan terhadap ibunya tersendirikan.
 
5. Salat Isya (4 Rakaat) - Kisah Nabi Musa AS
 
Nabi Musa AS merupakan sosok yang pertama kali mengerjakan Salat Isya. Hal itu beliau lakukan ketika dirinya melarikan diri keluar dari negeri Madyan dan sempat tersesat di jalan.
 
Dalam perjalanan yang penuh ketidakpastian Nabi Musa pun dilingkupi oleh empat kesedihan besar, yaitu:
 
  • Kesedihan memikirkan kondisi istrinya.
  • Kesedihan memikirkan saudaranya, Nabi Harun AS.
  • Kesedihan memikirkan nasib anak-anaknya.
  • Kesedihan atas penindasan kejam yang dilakukan oleh Firaun.


Allah SWT kemudian membebaskan dan memberikan jalan keluar bagi Nabi Musa dari seluruh kesedihan tersebut tepat pada waktu Isya. Sebagai bentuk pengakuan atas kasih sayang Allah yang menyelamatkannya, maka Nabi Musa menunaikan salat empat rakaat guna mensyukuri hilangnya keempat beban kesedihan tersebut.

 
Dengan demikian, perbedaan jumlah rakaat dalam salat wajib lima waktu bukan sebuah kebetulan. Hal itu melainkan rangkuman sejarah spiritual yang sarat akan makna kesyukuran dari para nabi terdahulu.
 
Kemudian melalui Nabi Muhammad SAW, syariat-syariat mulia ini disatukan dan disempurnakan menjadi ibadah harian umat Islam, agar di setiap pergantian waktu kita senantiasa mengingat pertolongan Allah SWT. Wallahu a'lam.
Sumber : detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar