![]() |
Ilustrasi salat.@Masjid Pogung Dalangan/Unsplash.
MAJALAHJURNALIS.Com
(Jakarta) - Setiap Muslim diwajibkan melaksanakan
salat fardu lima waktu. Sebab salat wajib merupakan tiang agama.
Namun,
pernahkah detikers merenungkan kenapa jumlah rakaat setiap salat tidak sama?
Subuh hanya dua rakaat, sedangkan Zuhur, Asar, dan Isya berjumlah empat rakaat,
serta Magrib berjumlah tiga rakaat.
Dilansir
detikHikmah, ketentuan waktu dan perbedaan jumlah rakaat salat, menurut para
ahli hikmah, tidaklah terjadi tanpa alasan. Ketetapan tersebut berakar dari
sejarah syariat yang pernah dikhususkan kepada para nabi terdahulu sebelum masa
Nabi Muhammad SAW.
Setiap
jumlah rakaat dan waktu pelaksanaannya erat kaitannya dengan peristiwa penting
serta ungkapan rasa syukur para nabi atas pertolongan Allah SWT.
Dirangkum
dari buku Mengungkap Rahasia Sholat Para Nabi karya Syamsuddin Noor, berikut
ini asal-usul dan latar belakang di balik perbedaan jumlah rakaat salat lima
waktu.
Asal-usul
Rakaat Salat Wajib
1. Salat Subuh (2
Rakaat) - Kisah Nabi Adam AS
Nabi
Adam AS adalah orang yang pertama kali mengerjakan Salat Subuh. Hal itu
dilakukan setelah diturunkan dari surga ke bumi.
Bermula
Nabi Adam selalu merasa ketakutan dan cemas saat bumi mulai memasuki waktu
malam dan berangsur gelap. Sebab Nabi Adam belum pernah mengalami suasana
kegelapan seperti itu sebelumnya.
Nabi
Adam AS menunaikan salat dua rakaat saat fajar mulai terbit dan cahaya fajar
mengusir kegelapan malam. Salat ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur yang
mendalam atas kembalinya cahaya siang dan hilangnya rasa cemas.
Dua
rakaat Subuh ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang Allah SWT selalu
menyertai manusia dalam setiap keadaan. Sekali pun manusia berada di dalam
kegelapan.
2. Salat Zuhur (4
Rakaat) - Kisah Nabi Ibrahim AS
Nabi
Ibrahim AS adalah sosok yang pertama kali mendirikan Salat Zuhur. Momen itu
terjadi tepat pada saat matahari tergelincir di siang hari, setelah Nabi
Ibrahim berhasil melaksanakan perintah Allah yang amat berat, yaitu menyembelih
putranya, Nabi Ismail AS.
Lalu,
sebagai ungkapan rasa syukur karena Allah SWT telah mengganti Nabi Ismail
dengan seekor biri-biri dari surga, maka Nabi Ibrahim pun menunaikan salat
empat rakaat.
Adapun
empat rakaat ini mencerminkan empat alasan kesyukuran:
- Atas
tebusan (penggantian) bagi Nabi Ismail.
- Atas
hilangnya kekhawatiran luar biasa sebagai seorang ayah.
- Atas
nikmat datangnya biri-biri dari surga.
- Atas
kedamaian serta kekuatan yang Allah karuniakan kepadanya sebagai hamba yang
taat.
3. Salat Asar (4
Rakaat) - Kisah Nabi Yunus AS
Kisah
Nabi Yunus AS menjadi asal-usul salat Asar, yakni ketika Allah SWT mengeluarkan
dirinya dari dalam perut paus dengan selamat. Kondisi fisik Nabi Yunus sangat
lemah begitukeluar ke daratan.
Hal
itu diibaratkan seperti anak burung yang baru menetas dan belum memiliki bulu.
- Atas tebusan (penggantian) bagi Nabi Ismail.
- Atas hilangnya kekhawatiran luar biasa sebagai seorang ayah.
- Atas nikmat datangnya biri-biri dari surga.
- Atas kedamaian serta kekuatan yang Allah karuniakan kepadanya sebagai hamba yang taat.
Nabi
Yunus AS mengalami empat kegelapan ketika berada di dalam perut paus, yaitu:
- Gelapnya
isi perut paus.
- Gelapnya
air laut yang dalam.
- Gelapnya
malam yang pekat.
- Gelapnya
pergerakan di dalam perut paus itu sendiri.
Nabi
Yunis diselamatkan dan berhasil keluar dari segala penderitaan itu pada waktu
asar. Beliau pun langsung melaksanakan salat empat rakaat sebagai wujud syukur
atas keselamatannya dari keempat kegelapan tersebut.
4. Salat Magrib (3
Rakaat) - Kisah Nabi Isa AS
Nabi
Isa AS adalah orang yang pertama kali mengerjakan salat Maghrib. Momen itu
terjadi ketika ia keluar dari tengah-tengah kaumnya pada saat matahari
terbenam.
Nabi
Isa lantas menunaikan salat tiga rakaat. Adapun setiap rakaatnya memiliki makna
ketauhidan dan penghormatan yang mendalam:
Rakaat
pertama: Ditujukan untuk menafikan (menolak) sifat ketuhanan dari selain Allah
Ta'ala.
Rakaat
kedua: Untuk menafikan tuduhan-tuduhan keji yang dilemparkan oleh kaumnya
kepada ibunya, Maryam.
Rakaat
ketiga: Untuk menetapkan pengakuan, penghormatan, dan penyembahan hanya kepada
Allah semata.
Secara
tata cara, dua rakaat pertama yang murni berkaitan dengan Allah dihimpun dalam
satu tahiyat, sementara satu rakaat yang berkaitan dengan pembelaan terhadap
ibunya tersendirikan.
5. Salat Isya (4
Rakaat) - Kisah Nabi Musa AS
Nabi
Musa AS merupakan sosok yang pertama kali mengerjakan Salat Isya. Hal itu
beliau lakukan ketika dirinya melarikan diri keluar dari negeri Madyan dan
sempat tersesat di jalan.
Dalam
perjalanan yang penuh ketidakpastian Nabi Musa pun dilingkupi oleh empat
kesedihan besar, yaitu:
- Kesedihan
memikirkan kondisi istrinya.
- Kesedihan
memikirkan saudaranya, Nabi Harun AS.
- Kesedihan
memikirkan nasib anak-anaknya.
- Kesedihan
atas penindasan kejam yang dilakukan oleh Firaun.
Allah
SWT kemudian membebaskan dan memberikan jalan keluar bagi Nabi Musa dari
seluruh kesedihan tersebut tepat pada waktu Isya. Sebagai bentuk pengakuan atas
kasih sayang Allah yang menyelamatkannya, maka Nabi Musa menunaikan salat empat
rakaat guna mensyukuri hilangnya keempat beban kesedihan tersebut.
Dengan
demikian, perbedaan jumlah rakaat dalam salat wajib lima waktu bukan sebuah
kebetulan. Hal itu melainkan rangkuman sejarah spiritual yang sarat akan makna
kesyukuran dari para nabi terdahulu.
Kemudian
melalui Nabi Muhammad SAW, syariat-syariat mulia ini disatukan dan
disempurnakan menjadi ibadah harian umat Islam, agar di setiap pergantian waktu
kita senantiasa mengingat pertolongan Allah SWT. Wallahu a'lam.
Sumber
: detiksumut
- Gelapnya isi perut paus.
- Gelapnya air laut yang dalam.
- Gelapnya malam yang pekat.
- Gelapnya pergerakan di dalam perut paus itu sendiri.
- Kesedihan memikirkan kondisi istrinya.
- Kesedihan memikirkan saudaranya, Nabi Harun AS.
- Kesedihan memikirkan nasib anak-anaknya.
- Kesedihan atas penindasan kejam yang dilakukan oleh Firaun.



0 Komentar