Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Soal Kantin Sekolah Dijadikan Dapur MBG. Ini Penjelasan Istana

 

Soal Kantin Sekolah Dijadikan Dapur MBG. Ini Penjelasan Istana

Proses penyiapan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.@Beritasatu.com/Muhamad Iqbal,


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Istana Kepresidenan menanggapi wacana pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
 
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan gagasan tersebut bukan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, usulan itu muncul sebagai bagian dari berbagai pembahasan yang dilakukan pemerintah untuk menyempurnakan tata kelola program MBG.
 
Prasetyo menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah memahami kondisi geografis dan karakteristik daerah di Indonesia sangat beragam. Maka dari itu, penerapan satu model Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai tidak selalu cocok diterapkan di seluruh wilayah.
 
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mencari berbagai alternatif dan skema yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah, terutama kawasan yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
 
"Oleh karena itu, dalam rangka perbaikan maka dimintalah teman-teman BGN untuk memikirkan skema-skema yang mungkin bisa dilakukan, yang bisa jadi itu berbeda dengan skema di tempat-tempat yang ideal," kata Prasetyo di hadapan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
 
Ia menjelaskan, daerah-daerah tertentu, khususnya wilayah 3T, membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan daerah dengan sarana dan prasarana lebih memadai. Kondisi itulah yang melatarbelakangi munculnya gagasan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia, termasuk kantin sekolah, untuk mendukung penyediaan makanan bergizi.


 
Meski demikian, ia menegaskan berbagai opsi yang berkembang saat ini masih dalam tahap kajian dan belum menjadi kebijakan yang diputuskan untuk diterapkan.
 
"Semua sedang dikaji oleh teman-teman pimpinan BGN yang baru," tegasnya.
 
Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah skema baru guna memperluas pelaksanaan program MBG, terutama di wilayah 3T.
 
Salah satu metode yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah, dapur umum, dan dapur komunitas. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program sekaligus mengurangi kebutuhan pembangunan dapur baru atau SPPG.
 
Selain itu, BGN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung perluasan layanan MBG. Mitra yang dapat terlibat antara lain badan usaha milik negara (BUMN), sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yayasan, maupun lembaga lainnya.
 
Nanik menyebut, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola program MBG. Meski demikian, ia menekankan pihaknya tetap menjadikan kualitas makanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.
 
"Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN dan kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah," ungkap Nanik dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar