Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Prabowo dan Putin Bawa Misi Strategis untuk Perdamaian

 

Prabowo dan Putin Bawa Misi Strategis untuk Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto mengundang langsung Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia.@(Istimewa.

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu dinilai memiliki kepentingan strategis yang tidak dapat dipisahkan dari kepentingan nasional. Community Director Evident Institute, Algooth Putranto, menyebut pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin penting dalam merespons dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Menurut Algooth, Rusia memegang peran kunci dalam konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah, sehingga komunikasi langsung di tingkat kepala negara menjadi krusial.
 
“Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Putin memiliki nilai strategis di tengah eskalasi konflik Ukraina dan Palestina,” ujar Algooth dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/12/2025).
 
Algooth, yang pernah berada langsung di Ukraina pada akhir 2023, menilai konflik tersebut menunjukkan tren eskalasi yang mengkhawatirkan dan berpotensi mengganggu stabilitas global. Ia mengingatkan risiko terganggunya pasokan energi dan pangan dunia, terutama akibat meningkatnya ketegangan di jalur distribusi Laut Hitam.


Dalam konteks ini, dialog dengan Rusia dinilai penting untuk melindungi kepentingan Indonesia, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi.
 
Selain Ukraina, isu Palestina juga menjadi perhatian. Algooth menegaskan Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk terus mendorong perdamaian. Ia menilai Rusia perlu didorong agar berperan lebih aktif dalam upaya penyelesaian damai konflik Palestina.
 
Menanggapi kritik yang mengaitkan kunjungan luar negeri presiden dengan bencana di dalam negeri, Algooth menegaskan keduanya tidak dapat dipertentangkan. Ia menilai penanganan bencana di Sumatra telah berjalan di bawah koordinasi pemerintah pusat dan daerah, sehingga agenda diplomasi global tidak mengurangi fokus pemerintah terhadap urusan domestik.
 
“Kunjungan presiden tidak bisa langsung dikaitkan dengan kondisi di Sumatera yang sudah tertangani,” pungkasnya.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar