MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kediaman mantan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar digeledah
Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda
Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan penggeledahan
dilakukan terkait kasus dugaan korupsi pada tata kelola perkebunan dan industri
sawit. "Benar bahwa memang ada
penggeledahan, beberapa waktu lalu di beberapa tempat. Mungkin salah satunya di
rumah yang disebutkan tadi," ujar Syarief kepada wartawan, Jumat (30/1/2026). "Apakah itu masalah tata kelola
tambang? Itu bukan. Itu adalah penyidikan tata kelola perkebunan dan industri
sawit," lanjutnya. Syarief menjelaskan penggeledahan
dilakukan penyidik pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026). Setidaknya enam
lokasi digeledah di wilayah Jakarta dan Bogor. Syarief tidak merinci soal lokasi yang
digeledah tersebut. Ia hanya mengatakan penggeledahan dilakukan di sejumlah
lokasi pihak swasta hingga pejabat kementerian terkait. "Ya, pejabat Kementerian. Belum
bisa kita buka, tapi ada beberapa (lokasi), ada swasta, ada pemerintahan,"
tuturnya. Ia menambahkan aksi dugaan korupsi
terkait tata kelola perkebunan dan industri sawit itu terjadi selama periode
2015 hingga 2024.
Penyidik telah menyita sejumlah barang
bukti berupa dokumen hingga alat elektronik dalam penggeledahan. "Ada beberapa, ada dokumen, ada
barang bukti elektronik. Itu adalah memang yang kita perlukan. (Aset)
belum," imbuhnya. Siti
Nurbaya Diperiksa Syarief berujar Siti Nurbaya akan
dipanggil untuk diperiksa terkait kasus dugaan korupsi ini. "Nanti saya jadwalkan (pemeriksaan
Siti Nurbaya)," ujarnya. Sebelum ini, Kejagung menggeledah
empat lokasi terkait dugaan korupsi yang terjadi di Kementerian Kehutanan
(Kemenhut). Kabar penggeledahan itu dikonfirmasi
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Penggeledahan
disebut dilakukan pada Rabu dan Kamis kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun,
penggeledahan terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, dan Kemang, Jakarta
Selatan, pada Rabu. Kemudian, lanjut ke kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dan
Bogor, Jawa Barat. "Terkait kasus Korupsi di
Kemenhut," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (30/1/2026). Sumber : CNN
Indonesia
0 Komentar