![]() |
| Syeh Muhammad Ricky Ramadhan.@MJ/Pribadi |
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan)
- Dalam Islam, memimpin bukanlah jabatan untuk dimuliakan,
melainkan amanah yang berat yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan
Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Setiap
kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas
yang dipimpinnya.”(HR. Bukhari & Muslim).
Maka, komitmen seorang pemimpin Muslim
tidak diukur dari banyaknya proyek atau sorotan kamera, tapi dari 3 pilar utama
ini:
1. KOMITMEN TAUHIDUL QIYADAH: “Allah di Atas Segalanya”
Pemimpin Islam menempatkan hukum dan
ridha Allah sebagai kompas utama. Kebijakan dibuat bukan untuk menyenangkan
kelompok, tapi untuk menegakkan keadilan, kemaslahatan, dan melindungi yang
lemah.
Umar bin Khattab RA berkata:
“Seandainya seekor kambing terperosok di pinggir Sungai Eufrat, aku khawatir
akan ditanya oleh Allah: ‘Mengapa kamu tidak meratakan jalannya, wahai Umar?’”
Itulah rasa takut seorang pemimpin
kepada Allah, bukan kepada rakyat.
1. KOMITMEN TAUHIDUL QIYADAH: “Allah di Atas Segalanya”
Pemimpin Islam menempatkan hukum dan
ridha Allah sebagai kompas utama. Kebijakan dibuat bukan untuk menyenangkan
kelompok, tapi untuk menegakkan keadilan, kemaslahatan, dan melindungi yang
lemah.
Umar bin Khattab RA berkata:
“Seandainya seekor kambing terperosok di pinggir Sungai Eufrat, aku khawatir
akan ditanya oleh Allah: ‘Mengapa kamu tidak meratakan jalannya, wahai Umar?’”
Itulah rasa takut seorang pemimpin
kepada Allah, bukan kepada rakyat.
2.
KOMITMEN ADALAH KEKUATAN: ‘AL-‘ADLU ASASUL MULK’
“Keadilan adalah fondasi kekuasaan”.
Tanpa adil, kekuasaan akan runtuh dari dalam. Komitmen pemimpin Islam adalah:
- Adil
kepada rakyat kecil: Tidak ada anak-anak
yang kekurangan gizi, tidak ada rakyat yang tertindas karna kebijakan,
tidak ada UMKM yang dipersulit izin.
- Adil dalam membagi anggaran: Dana tak
hanya untuk gedung megah di pusat kota, tapi juga merata ke pelosok desa.
- Adil pada diri sendiri: Tidak korupsi,
tidak nepotisme, tidak hidup mewah di atas penderitaan rakyat.
Nabi Yusuf AS meminta jadi Bendahara
Mesir dengan alasan:
“Sesungguhnya aku adalah orang yang
dapat dipercaya lagi berilmu.” [QS. Yusuf: 55].
3.
KOMITMEN KHIDMAH: “Pemimpin adalah Pelayan”
- Adil kepada rakyat kecil: Tidak ada anak-anak yang kekurangan gizi, tidak ada rakyat yang tertindas karna kebijakan, tidak ada UMKM yang dipersulit izin.
- Adil dalam membagi anggaran: Dana tak hanya untuk gedung megah di pusat kota, tapi juga merata ke pelosok desa.
- Adil pada diri sendiri: Tidak korupsi, tidak nepotisme, tidak hidup mewah di atas penderitaan rakyat.
“Sesungguhnya aku adalah orang yang dapat dipercaya lagi berilmu.” [QS. Yusuf: 55].
3.
KOMITMEN KHIDMAH: “Pemimpin adalah Pelayan”
Islam membalik logika dunia. Pemimpin
bukan “TUAN”, tapi “Khadimur Ra’iyah” - Pelayan Rakyatnya.
Komitmennya adalah turun ke bawah,
mendengar, dan menyelesaikan masalah nyata. Seperti Rasulullah SAW yang
menjenguk orang sakit, memperbaiki sandal sendiri, dan bermusyawarah dengan
para sahabat.
Pemimpin yang berkomitmen akan
berkata: “Saya ada untuk memudahkan urusanmu, bukan menyusahkanmu.”
*Pemimpin
yang Diinginkan Langit*
*Pemimpin
yang Diinginkan Langit*






0 Komentar