Operasi Absolute
Resolve kerahkan 150 pesawat canggih, termasuk CN-235, demi dominasi udara
total AS dalam misi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.@Key Aero/DOK.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) -
Amerika Serikat mengerahkan armada udara besar-besaran dalam operasi Absolute
Resolve, misi rahasia yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás
Maduro. Lebih dari 150 pesawat dari berbagai jenis diterbangkan untuk
memastikan dominasi udara penuh, membuka jalur masuk pasukan, hingga mengevakuasi
target dari jantung Caracas.
“Operasi ini merupakan puncak dari
berbulan-bulan perencanaan dan latihan, dilaksanakan secara presisi pada
jam-jam paling gelap untuk menjaga kejutan taktis dan memastikan keselamatan
seluruh personel,” ujar Ketua Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat,
Jenderal Dan Caine, dalam ringkasan resmi operasi Absolute Resolve dikutip The
Guardian, Minggu (4/1/2026).
Dalam daftar panjang pesawat tempur
dan pendukung berteknologi tinggi, terdapat satu nama yang menarik perhatian
pembaca Indonesia, yakni CN-235. Pesawat angkut ringan tersebut dikenal luas
sebagai produk hasil kerja sama industri dirgantara Spanyol CASA dan PT
Nurtanio, kini PT Dirgantara Indonesia, yang selama puluhan tahun identik
dengan kekuatan udara Indonesia.
CN-235 digunakan Angkatan Bersenjata
Amerika Serikat sebagai bagian dari elemen pendukung operasi. Pesawat ini
berperan dalam misi logistik, mobilitas pasukan khusus, serta dukungan
komunikasi dan pengawasan, melengkapi armada jet tempur dan pesawat intelijen
berkelas strategis.
Penggunaan CN-235 dalam operasi
berisiko tinggi ini menegaskan reputasi pesawat tersebut sebagai platform
militer yang andal. Meski kerap diasosiasikan dengan TNI AU dan misi
kemanusiaan di Indonesia, CN-235 ternyata dipercaya militer Amerika dalam
operasi penangkapan kepala negara di wilayah asing.
Secara keseluruhan, paket udara dalam
operasi Absolute Resolve mencakup pesawat tempur siluman F-22 Raptor dan F-35
Lightning II, pesawat serang F/A-18 Super Hornet, pembom strategis B-1B Lancer,
hingga pesawat perang elektronik EA-18G Growler. Armada ini membentuk lapisan
perlindungan berjenjang untuk memastikan helikopter pasukan khusus dapat masuk
dan keluar Caracas dengan aman.
Pesawat pengintai dan komando juga
dikerahkan, termasuk E-3 Sentry (AWACS), E-2D Hawkeye, serta RC-135 Rivet
Joint, guna menjaga kesadaran situasional penuh selama operasi berlangsung. Di
sisi lain, drone jarak jauh digunakan untuk pemantauan real-time dan dukungan
tembakan presisi.
CN-235 berada dalam kelompok pesawat
pendukung yang memastikan keberlangsungan operasi di tengah intensitas tempur
tinggi. Perannya menjadi krusial dalam menjaga kelancaran pergerakan pasukan
dan koordinasi lintas matra, terutama saat fase penarikan pasukan dari wilayah
Venezuela.
Dominasi udara inilah yang menjadi
kunci keberhasilan operasi. Dengan sistem pertahanan udara lawan dilumpuhkan
sejak awal, helikopter pasukan Delta Force dapat mencapai kompleks target,
mengamankan Maduro, dan mengevakuasinya tanpa korban jiwa di pihak Amerika
Serikat.
Bagi Indonesia, kemunculan CN-235
dalam operasi militer Amerika berskala global menjadi sorotan tersendiri.
Pesawat yang lahir dari kolaborasi industri dirgantara Indonesia itu bukan hanya
digunakan dalam misi domestik atau regional, tetapi juga dipercaya dalam salah
satu operasi militer paling sensitif dan berisiko di dunia.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar