Ini bukti sebanyak 16.490 jiwa warga miskin di Kota Tarakan.@Foto Istimewa/RRI
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta)
-
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan masih
banyaknya persoalan salah sasaran dalam program Penerima Bantuan Iuran Jaminan
Kesehatan (PBI JK). Gus Ipul mengatakan sebanyak 54 juta penduduk miskin belum
menerima PBI JK.
Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam rapat bersama Pimpinan
DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Gus Ipul
mengatakan sekitar 15 juta orang yang tergolong mampu malah tercatat sebagai
penerima.
"Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial
(DTKS), masih ada penduduk desil 1 dan 5 yang belum menerima PBI JK, sementara
sebagian desil 6 sampai 10 masih tercatat sebagai penerima," kata Gus
Ipul.
"Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup
besar yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih, sementara desil 6 sampai 10 dan
non-desil, mencapai 15 juta lebih, di mana yang lebih mampu terlindungi, yang
lebih rentan justru menunggu," sambungnya.
Gus Ipul mengatakan, data tersebut diperoleh pada 2025.
Sebab itu, pihaknya mulai memanfaatkan pembagian desil sebagai dasar perbaikan
penyaluran bantuan.
"Kita masih perlu melakukan cross-check lebih luas
lagi, karena di tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-cross-check hanya 12 juta
KK lebih, padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK," ujarnya.
"Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah
untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum
cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data
kita makin tahun makin akurat," sambung Gus Ipul.
Sebab itu, dia mengatakan ada pengalihan secara bertahap
dari Mei 2025 sampai Januari 2026. Hal itulah, kata dia, yang mengakibatkan
inclusion dan exclusion error turun signifikan.
Exclusion error ialah orang yang seharusnya mendapatkan
PBI tapi tidak mendapatkan PBI. Sedangkan, inclusion error merupakan orang yang
seharusnya tidak mendapatkan PBI malah justru mendapatkan PBI.
"Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman
pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil
belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit
katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK,"
tuturnya.
Sumber : detiknews
0 Komentar