Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Trump Diujung Tanduk, AS Diguncang Demo

 

Trump Diujung Tanduk, AS Diguncang Demo
Para pengunjuk rasa turun ke jalan dalam lebih dari 3.300 aksi demonstrasi No Kings yang tersebar di seluruh 50 negara bagian, Sabtu 28 Maret 2026.@AP Video/Mike Pesoli, Mark Vancleave dan Emily Wang.


MAJALAHJURNALIS.Com (Washington) – Ribuan orang menggelar aksi demonstrasi bertajuk “No Kings” pada Sabtu (28/3/2026) di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) waktu setempat. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap perang di Iran serta sejumlah kebijakan Presiden AS Donald Trump, termasuk soal kebijakan penegakan hukum imigrasi yang dinilai kontroversial.
 
Negara bagian Minnesota menjadi salah satu pusat aksi terbesar. Ribuan demonstran berkumpul untuk menyuarakan perlawanan terhadap pemerintahan Trump.
 
Aksi protes berlangsung di berbagai wilayah dengan skala beragam, mulai dari kota besar seperti New York, Los Angeles, Austin  hingga kota kecil seperti Driggs, sebuah kota kecil di Idaho bagian timur yang memiliki kurang dari 2.000 penduduk.


Melansir laporan AP, Minggu (29/3/2026), demonstrasi “No Kings” kali ini dipicu berbagai penyebab. Para demonstran membawa berbagai tuntutan yang beragam. Selain menolak kebijakan imigrasi pemerintahan Trump, warga AS juga mengutuk keras keterlibatan Washington berperang dengan Iran serta sejumlah isu lain, termasuk kebijakan terkait hak-hak transgender.
 
Dalam aksi di Minnesota, sejumlah pihak juga menyoroti pengaruh ekonomi para miliarder yang dianggap semakin besar dalam politik Amerika.
 
Pada dua gelombang awal demonstrasi “No Kings” sebelumnya, Juni 2025 dan Oktober 2025 dilaporkan sukses menarik masing-masing lebih dari 5.000.000 dan 7.000.000. Untuk aksi yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026). jumlah peserta aksi demi diperkirakan mencapai lebih dari dua aksi sebelumnya, meskipun angka tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.
 
Mengutip Washington Post, Minggu (29/3/2026), para pengunjuk rasa turun ke jalan dalam lebih dari 3.300 aksi demonstrasi yang tersebar di seluruh 50 negara bagian, atau sekitar 500 kegiatan lebih banyak dibandingkan aksi serupa pada Oktober 2025.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar