Warga memperbaiki
atap rumah yang rusak seusai diterjang angin puting beliung di Desa
Harjowinangun, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Minggu, 3 Mei 2026.@Beritasatu.com/Jamaah.
MAJALAHJURNALIS.Com (Demak) - Angin puting
beliung menerjang dua desa bertetangga di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak,
Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026) sore. Akibatnya, 28 rumah dan satu mobil warga
mengalami kerusakan.
Detik-detik angin kencang berputar
menyapu permukiman Desa Harjowinangun dan Desa Kebonsari itu terekam kamera
ponsel warga. Masyarakat sempat panik berhamburan menyelamatkan diri saat angin
melintas sekitar pukul 16.00 WIB.
Sejumlah barang terlihat berterbangan
saat angin memporak-porandakan permukiman.
Angin yang berlangsung singkat
menimbulkan kerusakan cukup serius. Mayoritas atap rumah terlepas, sejumlah
pohon tumbang, dan total sekitar 28 rumah mengalami kerusakan, dengan kondisi terparah
di Desa Harjowinangun.
Purwanto, warga setempat, mengatakan
angin datang tiba-tiba dari arah utara dan langsung menerjang permukiman. Warga
berusaha menyelamatkan diri saat atap rumah mulai berjatuhan.
"Ya panik mas warga keluar semua
takut, wong angin kaya gitu kencangnya. Terus atap pada jatuh semua. Rumah saya
parah ini rusaknya atap gentingnya hancur semua," kata Purwanto.
Kepala Dusun Harjowinangun, Suprayitno
menyebut kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah, tetapi juga fasilitas
pendidikan. Warga mulai bergotong royong memperbaiki atap rumah sejak Minggu
(3/5/2026) pagi.
"Pagi ini gotong royong
memperbaiki rumah saling membantu. Rata-rata kerusakan gentingnya," kata
dia.
Sebuah mobil Honda Brio milik warga
Desa Harjowinangun turut rusak setelah tertimpa material atap. Tidak ada korban
jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material cukup besar.
BPBD Demak masih melakukan asesmen
lanjutan terkait dampak puting beliung tersebut. Warga diimbau tetap waspada
terhadap potensi angin kencang seiring perubahan cuaca ekstrem.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar