MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) -
Banyak orang memulai hari dengan air putih atau kopi, namun ternyata ada
pilihan minuman lain yang dipercaya dapat membantu menjaga tubuh tetap awet
muda. Sejumlah ahli mengungkap bahwa minuman tertentu di pagi hari bisa
memberikan manfaat lebih, mulai dari meningkatkan metabolisme hingga menjaga
kesehatan kulit. Kandungan nutrisi dalam minuman ini
dinilai mampu melawan radikal bebas, memperlambat tanda-tanda penuaan, dan
membuat tubuh terasa lebih segar sepanjang hari. Tak heran jika minuman ini
mulai dilirik sebagai alternatif rutinitas pagi bagi mereka yang ingin tampil
lebih sehat dan bugar. Ahli menobatkan minuman ini
sebagai minuman pagi terbaik untuk mengatasi masalah penuaan. Selain nikmat,
minuman ini juga kaya akan antioksidan dan nutrisi lainnya. Alih-alih kopi, para ahli justru
memilih matcha sebagai minuman pagi terbaik, terutama dalam hal anti-penuaan.
Lantas, apa yang membuat matcha
menjadi minuman pagi terbaik untuk atasi penuaan? Dilansir detikFood dari
eatingwell.com berikut penjelasannya.
1.
Antioksidan matcha kurangi peradangan
Seperti teh hijau, matcha mengandung
epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam jumlah sangat tinggi. Antioksidan ini
terbukti mengurangi peradangan dan stress oksidatif pada tingkat seluler.
Ahli Val Warner mengungkap jika
seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami lebih banyak stress
oksidatif yang dapat bekontribusi pada hal-hal, seperti penuaan sel dan
penyakit kronis. Minum matcha secara teratur merupakan obat yang tepat untuk
mendukung pertahanan tubuh terhadap proses ini.
Cara kerjanya yaitu antioksidan dalam
matcha membantu menetralkan dan menghilangkan radikal bebas atau zat-zat di
lingkungan yang diketahui menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada
proses penuaan.
Antioksidan dan fitokimia di dalam
matcha juga terbukti mengurangi peradangan dengan menekan ekspresi gen dan
protein sitokin inflamasi.
Meskipun matcha dan teh hijau
sama-sama dibuat dari daun Camelia sinensis, tapi matcha lebih ampuh daripada
teh hijau dalam hal kapasitas antioksidan dan manfaat untuk umur panjang. Hal
ini disebabkan karena matcha adalah versi bubuk dari teh hijau, sedangkan teh
hijau adalah ekstrak air dari daunnya.
Ahli Seema Shah juga menyebut jika
matcha lebih kaya akan polifenol, seperti EGCG daripada teh hijau.
Selain EGCG, matcha juga mengandung
antioksidan lain, seperti rutin, quercetin, klorofil, dan karotenoid lainnya
dibandingkan teh hijau biasa.
2.
Prebiotik mendukung kesehatan usus
Kandungan prebiotik dalam matcha
melewati saluran pencernaan tanpa tercerna hingga mencapai usus. Mereka memberi
makan mikroba probiotik sehat yang menghasilkan butirat, zat anti-inflamasi
yang membantu menyehatkan penghalang usus dan mengatur fungsi kekebalan tubuh.
"Mikrobioma yang sehat memainkan
peran kunci dalam pencernaan, fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan
peradangan," ujar ahli Warner.
Semua hal tersebut merupakan faktor
penting yang terbukti memengaruhi penuaan dan fakto-faktor ini mendapat manfaat
dari kerja prebiotik matcha di dalam usus.
3.
L-Theanine dan kafein di matcha meningkatkan kesehatan otak
Antioksidan dan prebiotik bukanlah
satu-satunya komponen dalam matcha yang meningkatkan umur panjang. Tetapi ada
juga kombinasi dari kafein dan L-Theanine, yaitu asam amino non protein yang
ditemukan dalam konsentrasi relatif tinggi yaitu 6,1 miligram per liter matcha.
Menurut Warner, L-theanine bekerja
secara sinergis dengan kafein untuk meningkatkan ketenangan dan energi yang
terfokus, tanpa perasaan gelisah, seperti efek dialami ketika seseorang minum
kopi.
L-theanine di dalam macha juga dapat
mendukung kejernihan mental, fokus, dan fungsi kognitif secara keseluruhan
seiring bertambahnya usia.
Tetapi, kafein dalam matcha mungkin
tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh semua orang. Orang yang sensitif
terhadap kafein mungkin ingin menghindari atau membatasi konsumsinya.
4.
Cara lain menjaga kesehatan seiring bertambah usia
Matcha memang menawarkan manfaat
sebagai obat anti-penuaan. Namun konsumsinya perlu dibatasi. Disarankan
mengonsumsi matcha dalam jumlah moderat. Sebab, jika dikonsumsi berlebihan,
bisa menyebabkan kelebihan kafein yang justru berisiko bahaya.
Selain mengonsumsi matcha, ada cara
lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.
- Prioritaskan
protein nabati : Ahli Warner mengungkap jika protein sangat penting untuk
membangun dan memelihara otot, sekaligus menjaga metabolise, serta perbaikan
jaringan. Protein yang dipilih bisa berbasis nabati karena serat dan fitokimia
yang terkandung di dalamnya mendukung kesehatan usus dan membantu mengurangi
peradangan.
- Tetap aktif : Ahli
Warner dan Andrews merekomendasikan seseorang untuk tetap beraktivitas, seperti
berjalan kaki, menari, bersepeda, dan kegiatan lainnya secara konsisten.
- Mengelola stress :
Stress bukan hanya beban mental dan emosional. Stress kronis berdampak negatif
pada biokimia dan tingkat seluler seseorang yang terbukti dapat mempercepat
penuaan. Oleh karena itu, ahli Shah merekomendasikan praktek pengurangan stress
secara teratur, seperti meditasi hingga menulis jurnal.
- Dapatkan tidur
berkualitas : Kualitas tidur sama pentingnya dengan kuantitasnya. Ahli Warner
merekomendasikan untuk menargetkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur,
menjaga kamar tetap sejuk, serta bangun dalam rentang waktu yang konsisten.
Sumber : detiksumut
- Prioritaskan
protein nabati : Ahli Warner mengungkap jika protein sangat penting untuk
membangun dan memelihara otot, sekaligus menjaga metabolise, serta perbaikan
jaringan. Protein yang dipilih bisa berbasis nabati karena serat dan fitokimia
yang terkandung di dalamnya mendukung kesehatan usus dan membantu mengurangi
peradangan.
- Tetap aktif : Ahli
Warner dan Andrews merekomendasikan seseorang untuk tetap beraktivitas, seperti
berjalan kaki, menari, bersepeda, dan kegiatan lainnya secara konsisten.
- Mengelola stress :
Stress bukan hanya beban mental dan emosional. Stress kronis berdampak negatif
pada biokimia dan tingkat seluler seseorang yang terbukti dapat mempercepat
penuaan. Oleh karena itu, ahli Shah merekomendasikan praktek pengurangan stress
secara teratur, seperti meditasi hingga menulis jurnal.
- Dapatkan tidur
berkualitas : Kualitas tidur sama pentingnya dengan kuantitasnya. Ahli Warner
merekomendasikan untuk menargetkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur,
menjaga kamar tetap sejuk, serta bangun dalam rentang waktu yang konsisten.


0 Komentar