Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Buruh Sumut Tagih Janji Bobby Nasution

 

Buruh Sumut Tagih Janji Bobby Nasution
Koordinator aksi Willy Agus Utomo saat memberikan Keterangan Pers.@Finta Rahyuni/detikSumut.


MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Sejumlah serikat buruh melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan dan juga menagih janji Gubernur Bobby Nasution.
 
Puluhan buruh memadati Jalan Pangeran Diponegoro yang berada di depan kantor Gubsu. Mereka mengenakan seragam serikatnya masing-masing.
 
Massa di antaranya terdiri dari Partai Buruh, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Serikat Petani Indonesia. Mereka juga membawa poster berisi tuntutan mereka. Salah satunya bertuliskan "Tolong Sejahterakan Petani". Dilansir detikSumut, Jumat (1/5/2026).
 
Didepan pagar kantor Gubsu itu tampak ada personel polisi yang berjaga. Sementara lalu lintas di Jalan Pangeran Diponegoro itu tidak ditutup karena massa aksi hanya menggunakan setengah jalan.
 
"Hari ini, kami Partai Buruh Sumut, disini elemennya juga tergabung, ada serikat pekerja atau serikat buruh, serikat petani Indonesia, dan komunitas ojek online, melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia," kata koordinator aksi Willy Agus Utomo.
 
Willy yang juga Ketua Partai Buruh Sumut itu mengatakan ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh pihaknya. Kepada pemerintah pusat, pihaknya meminta agar segera mengesahkan UU Ketenagakerjaan baru yang fokus pada kesejahteraan buruh.
 
Sementara kepada pemerintah daerah, Willy menagih janji Bobby Nasution terkait dengan subsidi perumahan murah dan layak huni untuk buruh.


"Tuntutan kami adalah menagih janji perumahan murah dan layak huni bagi kaum buruh dan rakyat di Sumut. Artinya, rumah itu murah dibantu subsidi oleh Pemprov Sumut," jelasnya.
 
Willy juga menyoroti soal badai PHK di PT Toba Pulp Lestari (TPL). Dia meminta Pemprov Sumut harus mencari solusi terkait hal tersebut. Selain itu, Willy juga menyampaikan adanya praktik perbudakan buruh yang tentunya melanggar UU.
 
"Kami meminta agar kasus-kasus perburuhan di perkebunan, itu ada pekerjaan perbudakan yang di mana pelanggaran undang-undang tenaga kerjanya banyak, kami minta concern di situ Pak Gubernur. Kemudian kami mau sampaikan juga kepada Pak Gubernur untuk kepeduliannya kepada petani. Petani di Sumut ini, dia tidak punya lahan, sekali punya lahan diganggu oleh mafia-mafia tanah, pengembang-pengembang perumahan elit yang justru diberi keleluasaan untuk membangun perumahan mewah di tanah-tanah eks HGU. Untuk itu, kami meminta agar Gubernur membagi-bagikan sertifikat tanah tersebut segera kepada petani-petani yang ingin bercocok tanam, yang ingin membangun kedaulatan pangan," ujar Willy.
 
Willy menyebut perwakilan massa aksi sudah bertemu dengan perwakilan Pemprov Sumut. Namun, pihaknya tidak bertemu langsung dengan Bobby Nasution.
 
Oleh karena itu, dia berharap Bobby Nasution bisa bertemu langsung dengan para serikat buruh untuk membahas tuntutan-tuntutan itu. Jika Bobby tidak menemui mereka dalam waktu dekat, buruh berencana akan melakukan aksi protes di depan kantor Gubernur Sumut.
 
"Kami minta Gubernur menemui Partai Buruh dan elemen rakyat lainnya satu minggu ke depan, yaitu Senin sampai Jumat di bulan Mei setelah aksi ini. Apabila tidak ditemui oleh Gubernur, maka kami akan buat posko di kantor Gubernur ini, aksi setiap Senin sampai tuntutan kami dipenuhi. Ada hal yang mau kami sampaikan untuk tuntutan daerah," pungkasnya. (red)

Posting Komentar

0 Komentar