Koordinator aksi Willy Agus Utomo saat memberikan Keterangan
Pers.@Finta Rahyuni/detikSumut.
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Sejumlah serikat buruh melakukan aksi demonstrasi di
depan kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Mereka menyampaikan sejumlah
tuntutan dan juga menagih janji Gubernur Bobby Nasution.
Puluhan buruh memadati
Jalan Pangeran Diponegoro yang berada di depan kantor Gubsu. Mereka mengenakan
seragam serikatnya masing-masing.
Massa di
antaranya terdiri dari Partai Buruh, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
(FSPMI), dan Serikat Petani Indonesia. Mereka juga membawa poster berisi
tuntutan mereka. Salah satunya bertuliskan "Tolong Sejahterakan
Petani". Dilansir detikSumut, Jumat (1/5/2026).
Didepan pagar
kantor Gubsu itu tampak ada personel polisi yang berjaga. Sementara lalu lintas
di Jalan Pangeran Diponegoro itu tidak ditutup karena massa aksi hanya
menggunakan setengah jalan.
"Hari ini,
kami Partai Buruh Sumut, disini elemennya juga tergabung, ada serikat pekerja
atau serikat buruh, serikat petani Indonesia, dan komunitas ojek online,
melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia," kata koordinator aksi
Willy Agus Utomo.
Willy yang
juga Ketua Partai Buruh Sumut itu mengatakan ada beberapa tuntutan yang
disampaikan oleh pihaknya. Kepada pemerintah pusat, pihaknya meminta agar
segera mengesahkan UU Ketenagakerjaan baru yang fokus pada kesejahteraan buruh.
Sementara
kepada pemerintah daerah, Willy menagih janji Bobby Nasution terkait dengan
subsidi perumahan murah dan layak huni untuk buruh.
"Tuntutan
kami adalah menagih janji perumahan murah dan layak huni bagi kaum buruh dan
rakyat di Sumut. Artinya, rumah itu murah dibantu subsidi oleh Pemprov
Sumut," jelasnya.
Willy juga
menyoroti soal badai PHK di PT Toba Pulp Lestari (TPL). Dia meminta Pemprov
Sumut harus mencari solusi terkait hal tersebut. Selain itu, Willy juga
menyampaikan adanya praktik perbudakan buruh yang tentunya melanggar UU.
"Kami
meminta agar kasus-kasus perburuhan di perkebunan, itu ada pekerjaan perbudakan
yang di mana pelanggaran undang-undang tenaga kerjanya banyak, kami minta
concern di situ Pak Gubernur. Kemudian kami mau sampaikan juga kepada Pak
Gubernur untuk kepeduliannya kepada petani. Petani di Sumut ini, dia tidak
punya lahan, sekali punya lahan diganggu oleh mafia-mafia tanah,
pengembang-pengembang perumahan elit yang justru diberi keleluasaan untuk
membangun perumahan mewah di tanah-tanah eks HGU. Untuk itu, kami meminta agar
Gubernur membagi-bagikan sertifikat tanah tersebut segera kepada petani-petani
yang ingin bercocok tanam, yang ingin membangun kedaulatan pangan," ujar
Willy.
Willy menyebut
perwakilan massa aksi sudah bertemu dengan perwakilan Pemprov Sumut. Namun,
pihaknya tidak bertemu langsung dengan Bobby Nasution.
Oleh karena
itu, dia berharap Bobby Nasution bisa bertemu langsung dengan para serikat
buruh untuk membahas tuntutan-tuntutan itu. Jika Bobby tidak menemui mereka
dalam waktu dekat, buruh berencana akan melakukan aksi protes di depan kantor
Gubernur Sumut.
"Kami
minta Gubernur menemui Partai Buruh dan elemen rakyat lainnya satu minggu ke
depan, yaitu Senin sampai Jumat di bulan Mei setelah aksi ini. Apabila tidak
ditemui oleh Gubernur, maka kami akan buat posko di kantor Gubernur ini, aksi
setiap Senin sampai tuntutan kami dipenuhi. Ada hal yang mau kami sampaikan
untuk tuntutan daerah," pungkasnya. (red)
0 Komentar