Rumah kerabat ART
yang tewas terjatuh dari lantai empat kos di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
Pusat, yang dijadikan tempat menerima tamu yang hendak bertakziah atau melayat.
Tampak beberapa warga menunggu kedatangan ambulans yang membawa jenasah Diva
Maelisa (15) di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Minggu 26 April
2026.@Beritasatu.com/Achmad
Udin.
MAJALAHJURNALIS.Com (Batang) - Penanganan kasus tewasnya Diva Maelisa (15), asisten
rumah tangga (ART) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang jatuh dari lantai
empat rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, mendapat
pengawalan ketat dari dua anggota DPR.
Dua legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Yoyok
Riyo Sudibyo dan Rizal Bawazier, turun langsung untuk memastikan proses hukum
berjalan transparan dan tuntas. Keduanya menyoroti sejumlah kejanggalan dalam
insiden tragis tersebut.
Yoyok Riyo Sudibyo bahkan langsung bertolak ke Jakarta
untuk memantau perkembangan kasus. Setibanya di Jakarta, ia segera mendatangi
Polres Metro Jakarta Pusat guna berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
“Saya sampai Jakarta sekitar pukul 09.15 WIB, langsung ke
polres, komunikasi, koordinasi, bahkan duduk bersama pihak terkait. Semua
proses awal sudah selesai,” ungkapnya kepada Beritasatu.com, Minggu
(26/4/2026).
Ia memastikan proses autopsi terhadap korban telah
selesai pada dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Jenazah kemudian diberangkatkan
ke kampung halaman sekitar pukul 05.30 WIB tanpa kendala berarti.
Yoyok menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini
hingga tuntas. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh berhenti pada tahap
awal penyelidikan.
“Saya melakukan pengawalan ketat untuk kasus ini. Saya
akan kawal betul sampai tuntas,” tegasnya.
Meski demikian, ia memilih tidak berspekulasi terkait
penyebab kejadian dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Namun, ia menyoroti adanya kejanggalan yang perlu didalami.
“Kalau dua orang jatuh bersamaan, itu jelas aneh. Ini
harus didalami,” ujarnya.
Menurut Yoyok, penyidik telah memeriksa berbagai pihak,
termasuk penyalur tenaga kerja dan pemilik rumah. Sejumlah barang bukti seperti
rekaman CCTV dan telepon genggam juga telah diamankan.
“Semua sudah diproses, semua sudah dipanggil. Kita tunggu
hasilnya,” imbuhnya.
Senada, anggota DPR lainnya, Rizal Bawazier, menilai
kasus ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Ia menekankan perlunya
pengusutan menyeluruh hingga ke akar persoalan.
“Kalau sampai
nekat seperti itu, pasti ada tekanan luar biasa. Ini tidak boleh berhenti di
kronologi saja,” tegas Rizal.
Ia juga mendesak Polda Metro Jaya untuk mengusut kasus
ini secara transparan, termasuk membuka kemungkinan adanya kekerasan atau
pelanggaran hak pekerja rumah tangga.
Selain itu, Rizal menyoroti lemahnya pengawasan terhadap
pekerja usia muda dari daerah. Ia menilai tragedi ini menjadi peringatan bagi
pemerintah daerah untuk meningkatkan perlindungan dan edukasi ketenagakerjaan.
Diketahui, korban Diva Maelisa merupakan warga Desa
Ngroto, Kabupaten Batang. Ia berasal dari keluarga kurang mampu dan merantau ke
Jakarta untuk membantu perekonomian keluarga, meskipun usianya masih 15 tahun.
Hingga kini, kasus ART tewas di Benhil tersebut masih
dalam proses penyelidikan. Pengawalan dari DPR diharapkan dapat mendorong
pengungkapan fakta secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya praktik
eksploitasi atau tekanan yang dialami korban.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar