Romelu Lukaku (kanan) merayakan gol keempat Belgia saat menghadapi
Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle, Senin 6 Juli
2026. Belgia menang 4-1 dan memastikan tiket ke perempat final.@AP/Nick
Didlick.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Timnas Belgia menganggap kemenangan telak 4-1 atas Amerika
Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai bentuk
"keadilan" setelah polemik pencabutan hukuman Folarin Balogun oleh
FIFA menjelang pertandingan.
Tak lama setelah Romelu Lukaku mencetak gol penutup kemenangan
Belgia di Lumen Field, Seattle, Senin (6/7/2026) waktu setempat, penyerang
senior itu melakukan selebrasi dengan menempelkan tangan ke telinganya di
hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah. Selebrasi tersebut seolah menjadi
respons terhadap kontroversi yang mewarnai laga.
Belgia juga menyindir keputusan FIFA melalui media sosial.
Mereka mengunggah foto Lukaku disertai kalimat singkat, "Overturn
this," yang merujuk pada keputusan FIFA membatalkan larangan satu
pertandingan bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
"Bagaimanapun juga selalu ada keadilan dalam hidup. Kami
merasa keputusan itu tidak adil, dan mungkin hal tersebut memberi kami sedikit
tambahan motivasi untuk memenangi pertandingan," ujar gelandang Belgia
Nicolas Raskin.
Sebelum pertandingan dimulai, Federasi Sepak Bola Belgia sempat
meminta penjelasan resmi kepada FIFA terkait keputusan memperbolehkan Balogun
tampil. Meski demikian, sejumlah pemain Belgia menegaskan mereka tidak
menjadikan polemik tersebut sebagai alasan utama untuk meraih kemenangan.
Di lapangan, Belgia tampil jauh lebih efektif. Kemenangan ini
sekaligus memperpanjang catatan tidak terkalahkan Setan Merah menjadi 18
pertandingan serta kembali menyingkirkan Amerika Serikat pada babak 16 besar,
mengulang keberhasilan mereka pada Piala Dunia 2014.
Kapten Belgia, Youri Tielemans, menilai timnya mampu menjalankan
strategi dengan sangat baik. "Kami bermain dengan intensitas tinggi dan
kualitas yang bagus. Pertahanan kami sangat rapat, kami terus memberikan
tekanan kepada lawan, dan mampu mencetak gol pada momen yang tepat," kata
Tielemans.
Meski Romelu Lukaku mencetak gol terakhir, sosok yang paling
bersinar justru Charles De Ketelaere. Penyerang muda itu memborong dua gol dan
tampil sebagai pemain terbaik dalam kemenangan Belgia.
Menurut De Ketelaere, penampilan tersebut menjadi salah satu
momen terbaik sepanjang kariernya bersama tim nasional Belgia.
"Rasanya luar biasa bisa tampil seperti ini pada
pertandingan sepenting ini. Kemenangan ini sangat berarti bagi tim dan seluruh
rakyat Belgia," ujarnya.
Satu gol Belgia lainnya dicetak Hans Vanaken. Padahal,
perjalanan Belgia menuju fase gugur tidak selalu mulus. Mereka nyaris gagal
lolos setelah sempat tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan saat
menghadapi Senegal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Pada fase grup, Belgia juga belum tampil konsisten. Mereka hanya
bermain imbang melawan Iran dan Mesir sebelum akhirnya bangkit lewat kemenangan
telak 5-1 atas Selandia Baru yang mengamankan tiket ke fase gugur.
Gelandang Dodi Lukébakio menilai performa Belgia terus meningkat
dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Kami sebenarnya bisa tampil lebih baik pada fase grup.
Namun sekarang kami berkembang, kepercayaan diri semakin meningkat, dan hasil
positif membuat kami semakin yakin dengan kualitas yang kami miliki,"
katanya.
Belgia selanjutnya akan menghadapi Spanyol pada babak perempat
final di Inglewood, California. Pemenang pertandingan tersebut akan bertemu
Prancis atau Maroko di semifinal Piala Dunia.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, Belgia harus kehilangan
gelandang Amadou Onana. Pelatih Rudi Garcia mengungkapkan pemain tersebut
mengalami cedera serius saat berduel dengan Christian Pulisic pada menit ke-19
sehingga harus ditarik keluar dan digantikan Hans Vanaken.
Garcia menyebut cedera Onana menjadi satu-satunya hal yang
mengurangi kegembiraan timnya pada malam itu.
Tielemans juga menegaskan timnya memilih membalas semua
kontroversi dengan penampilan di lapangan.
"Tugas kami adalah menunjukkan lewat permainan bahwa kami
datang untuk bermain sepak bola. Apa pun keputusan di luar lapangan bukan
berada dalam kendali kami. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan jawaban di
atas lapangan, dan itulah yang kami lakukan," katanya.
Kiper veteran Thibaut Courtois pun mengaku tidak terlalu
memikirkan polemik sebelum pertandingan. Ia bahkan mengaku sempat menertawakan
berbagai komentar yang beredar dan tetap yakin Belgia mampu mengatasi Amerika
Serikat.
"Saya membaca semua komentar itu dan hanya tertawa. Saya
justru lebih yakin bisa mengalahkan Amerika Serikat dibanding Senegal, karena
menurut saya Senegal adalah tim yang lebih kuat," ujar Courtois.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar