MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) – Hari Lahirnya Nabi Kongzi ke 2577 (Tahun 2026) diperingati Perkumpulan Rohaniawan Khonghucu Indonesia (PARAKHIN), Minggu (11/10/2026) siang di Hotel Emeral Garden Internasional Medan, Sumatera Utara, bersama umat Khonghucu se-Indonesia melalui Zoom dengan tema; ‘Peran agama Khonghucu sebagai penuntun moral manusia dalam menciptakan dan menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)’.
Selain dihadiri pengikut Nabi Kongzi juga dihadiri Ketua-Ketua Klenteng, Ketua PARAKHIN Sumut JS, Raymond Tjong, Ketua DPRD Medan.Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Hasyim, SE yang juga Pembina PARAKHIN, Kakan Menag Deli Serdang Dr. H. Saripudin, S.Ag, M.Pd, Kamenag Kota Medan diwakili Irianto Penyelenggara Budha, Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara diwakili Jiao Sen Cristie dan Perwakilan Kemenag RI Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, Dr. H. Nurudin, S.Pd., M.Si, Agus Setiawan anggota DPRD Kota Medan serta para tokoh-tokoh agama maupun tokoh masyarakat.
Acara dibuka Andy Lie Ketua Panitia Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi ke-2577. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada para tamu kehormatan dan undangan serta para umat Khonghucu, dalam acara Peringatan Hari Lahirnya Nabi Kongzi ke 2577, semoga dihari yang bahagia ini kita dapat menjalin menjalin kebersamaan dan kedamaian.
Sementara itu, Ketua Umum PARAKHIN, Djohan Adjuan, mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keberadaan dan kesinambungan kegiatan keagamaan Khonghucu kepada masyarakat luas. Meski dipusatkan di Medan, kegiatan ini ditujukan bagi umat Khonghucu dalam skala nasional.
Beliau mengajak umat Khonghucu untuk mengekspresikan identitas keagamaannya karena agama Khonghucu telah memperoleh pelayanan resmi dari negara, sehingga umat berhak memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah, termasuk dalam bidang pendidikan agama. Apalagi hanya terdapat tiga sekolah di Medan yang menyelenggarakan pendidikan agama Khonghucu, dengan jumlah siswa di setiap sekolah berkisar satu hingga lima orang. Dan itu juga terjadi di Jakarta dan Pulau Jawa. Masih adanya umat Khonghucu yang belum memperbarui pencantuman agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai keyakinan yang dianut.
“Pendataan yang tepat perlu menjadi perhatian untuk mendukung pemenuhan hak umat, termasuk akses terhadap pendidikan agama Khonghucu. Di Hari Lahir Nabi Kongzi ke-2.577 ini, PARAKHIN berharap umat Khonghucu semakin aktif dalam kegiatan keagamaan serta memanfaatkan hak dan fasilitas yang telah disediakan pemerintah’, tutup Djohan. (Ari/TN)
0 Komentar