Ilustrasi
-- Penampakan tank milik tentara pro-Rusia di Ukraina (dok. REUTERS/ALEXANDER
ERMOCHENKO)
MAJALAHJURNALIS.Com (Washington DC) - Rusia
dilaporkan telah menarik dan memposisikan ulang sekitar dua pertiga pasukannya
dari sekitar Kiev, ibu kota Ukraina. Kebanyakan
tentara Rusia itu melakukan konsolidasi di Belarusia untuk diperlengkapi lagi,
diberi pasokan baru dan dikerahkan kembali ke wilayah Ukraina lainnya. Seperti dilansir
Reuters, Selasa (5/4/2022), sepanjang akhir pekan, Ukraina menyebut pasukannya
telah merebut kembali semua area di sekitar Kiev. Diklaim oleh
Ukraina bahwa pasukannya kini memiliki kendali penuh atas semua area di sekitar
Kiev untuk pertama kalinya sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari lalu. Seorang pejabat
pertahanan senior Amerika Serikat (AS), yang enggan disebut namanya, menyebut
AS memperkirakan hanya ada di bawah 20 kelompok taktis batalion yang fokus pada
Kiev sebelum Rusia menarik pasukannya. Jumlah itu
mencapai kurang dari seperenam kelompok taktis batalion yang dikerahkan Kremlin
dalam invasinya ke Ukraina. "Kami masih
menilai bahwa sebagian besar dari lebih dari 125 kelompok taktis batalion yang
diinvestasikan Rusia dalam invasi ini masih berada di Ukraina," sebut
pejabat senior AS tersebut kepada wartawan setempat. Pejabat senior
AS itu juga memperkirakan pasukan Rusia yang ditarik dari sekitar Kiev
kemungkinan akan diarahkan menuju wilayah Ukraina bagian timur, namun itu masih
belum dikonfirmasi. "Apa yang
terus kami yakini adalah bahwa mereka akan diperlengkapi lagi, diberi pasokan
kembali, bahkan mungkin diperkuat dengan tenaga tambahan dan kemudian
dikirimkan kembali ke dalam Ukraina untuk melanjutkan pertempuran di tempat
lainnya," ujar pejabat senior AS itu. Saat pasukan
Rusia kembali berkumpul untuk pertempuran di Ukraina bagian timur, bekas
pertempuran sengit selama lima pekan terakhir mulai terungkap di kota-kota
sekitar Kiev yang ditinggalkan pasukan Rusia. Salah satunya
kota Bucha di mana otoritas Ukraina menemukan kuburan massal dan mayat-mayat
bergelimpangan, dengan kondisi tangan terikat dan ditembak dari jarak dekat. Situasi
mengerikan sepeninggal pasukan Rusia itu memicu kecaman global dan mendorong AS
dan Eropa untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia. Wali Kota Bucha
mengklaim 300 warganya tewas di tangan pasukan Rusia saat petempur Chechnya
menguasai area tersebut. Kremlin telah membantah tuduhan-tuduhan soal
pembunuhan warga sipil oleh pasukannya di kota tersebut. Sumber : detiknews.com
0 Komentar