Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti
Yudhoyono saat memberikan arahan kepada kader Demokrat Aceh dalam musyawarah
daerah secara virtual, di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026) malam.@Antara/Rahmat
Fajri.
MAJALAHJURNALIS.Com (Banda
Aceh) - Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri
Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti
Yudhoyono (AHY) mengingatkan kader Demokrat di Aceh untuk menjaga perdamaian
dan mengawal proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana. "Demokrat punya tanggung jawab
moral untuk menjaga perdamaian di Aceh," kata AHY dalam sambutannya secara
virtual pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Aceh di Banda
Aceh, Rabu (19/8/2026) malam. AHY menyampaikan, Presiden ke-6 Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya berikhtiar dan bekerja keras setelah tsunami
Aceh 2004 hingga menghadirkan perdamaian di Aceh. Upaya tersebut dilakukan
sembari memastikan seluruh sendi kehidupan berjalan baik. AHY mengatakan dinamika pascaperistiwa
bersejarah perjanjian damai MoU Helsinki merupakan hal yang harus dikawal
bersama. Perdamaian tidak datang dengan sendirinya sehingga perdamaian di Aceh
harus terus dijaga. "Terus kita rawat dan ikhtiarkan,
terlalu banyak darah, keringat dan air mata yang telah dicurahkan untuk
menghadirkan perdamaian yang abadi di bumi Aceh, termasuk saya sendiri pernah
menjalankan tugas di Aceh sebagai seorang perwira muda," ujarnya dikutip
dari Antara. AHY juga menyampaikan bencana
hidrometeorologi pada akhir November 2025 di Aceh menyisakan banyak duka dan
kehilangan saudara serta keluarga. Bencana tersebut juga menghancurkan berbagai
infrastruktur, seperti jalan, jembatan, irigasi, rumah warga, fasilitas
pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan lainnya. AHY mengingatkan kader Demokrat di
Aceh untuk mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar dapat membangkitkan
semangat masyarakat sekaligus memulihkan roda perekonomian Aceh. "Kita tahu bencana yang dahsyat
itu juga telah meluluhkan sektor-sektor ekonomi riil, pelaku UMKM, dan tentunya
kita berharap ini bisa segera dipulihkan dan normalisasi semakin baik ke
depan," katanya. AHY menambahkan, Demokrat harus
menunjukkan kepedulian dengan hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang
membutuhkan perhatian dan bantuan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. "Pemerintah tidak mungkin
sendirian, maka seluruh jajaran Demokrat baik itu struktur, terlebih para wakil
rakyat, mari sekali lagi kita tunjukkan bahwa Demokrat hadir setiap saat untuk
membantu masyarakat membutuhkan, bukan hanya hadir saat pemilu atau pilih
keadaan saja," tegasnya. AHY juga menuturkan, semangat
memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi kader Demokrat
untuk merapatkan barisan. Ia mengajak kader mewujudkan Indonesia yang semakin
adil, berdaulat, sejahtera, demokratis, dan berkelanjutan demi masa depan
generasi bangsa. Indonesia, lanjut AHY, terus
menghadapi berbagai ujian dan tantangan, terutama akibat dinamika global yang
penuh ketidakpastian. Pemerintah terus berupaya membangun bangsa dari berbagai
sektor. "Pemerintah, di bawah
kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dan Demokrat juga menjadi bagian tidak
terpisahkan dari kerja-kerja pemerintahan hari ini, kita terus berupaya fokus
pada pembangunan bangsa di semua sektor, termasuk pembangunan infrastruktur dan
kewilayahan di seluruh Indonesia," pungkas AHY. Sumber : Beritasatu.com
|
0 Komentar