Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Usai Jenguk Siswa Keracunan MBG di RS Haji Medan, Ini Kata Kepala BGN

 

Usai Jenguk Siswa  Keracunan MBG di RS Haji Medan, Ini Kata Kepala BGN
Kepala BGN Sudaryono.@Brigitta/detikcom.

MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk siswa asal Karo, Sumatera Utara (Sumut), korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih dirawat di ICU RS Haji Medan. Dia mengatakan kondisi siswa yang telah menjalani perawatan selama tiga hari itu berangsur membaik.
 
"Saya sudah lihat kondisinya, sudah hari ketiga di ICU anak. Kondisi yang kami terima menurut laporan dokter yang merawatnya, kondisinya sudah berangsur membaik," ungkap Sudaryono, Minggu (16/8/2026).
 
Lebih lanjut, Sudaryono menyebut perawatan dilakukan dengan memantau kondisi tubuhnya serta menangani infeksi dan toksin yang diduga masuk ke tubuh.
 
"Treatment-nya kondisi perut dipuasakan, karena ada bakteri, ada inputan antibiotik, pain killer anti nyeri dan bagaimana caranya agar toksinnya itu keluar," jelasnya.
 
Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan keluarga dan rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk terus memantau perkembangan kondisi pasien.
 
"Sudah lebih baik (pasien), tapi masih di ICU. Semoga segera bisa dirawat di ruangan biasa, artinya kan sudah jauh lebih baik," pungkasnya.
 
Sudaryono menegaskan bahwa kasus keracunan MBG tidak boleh dianggap sepele. Ia mengaku sedih dan marah setelah melihat langsung kondisi korban.

 
"Perasaan saya antara sedih sama marah sama keadaan. Ini enggak boleh lagi terjadi," ujarnya.
 
Tak hanya itu, Sudaryono akan mengambil langkah agar kondisi serupa tidak lagi terjadi dalam pelaksanaan MBG.
 
"Memang tingkat jumlah keracunannya menurun, tapi saya bukan butuh penurunan. Saya butuh nol kasus. Enggak boleh lagi ada," kata Sudaryono.
 
Di samping itu, ia juga memberi peringatan tegas kepada seluruh kepala dapur SPPG maupun petugas agar menjalankan prosedur sesuai SOP. Ia menyebut pelaksanaan MBG bukan hanya sekadar memasak namun juga menyangkut nyawa seseorang.
 
"27 ribu kepala dapur SPPG di seluruh Indonesia harus hati-hati. Enggak hanya masak saja, ini masalah nyawa. Kau bayangkan itu adikmu," kata Sudaryono.
 
Tak hanya itu, ia juga akan dengan tegas beri sanksi berat apabila ada kelalaian dalam pengelolaan dapur MBG.
 
"Sanksinya pertama dapurnya disuspend berat, kemudian kepala SPPG-nya bukan hanya dicopot tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat status ASN-nya," ucap Sudaryono.
Sumber: detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar