Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Terkait Laporan DPW PPMI Sumut ke Disnaker Sumut melalui UPT Rantau Prapat, Introgasi Sugito dan Mandor Kebun Usaha Tani

 

Sugito (kaos biru) bersama temannya saat diintrogasi oleh ketiga petugas dari UPT Rantau Prapat, @Arsip DPC PPMI Labura.

MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Menindaklanjuti surat dari Dewan Pengurus Wilayah Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (DPW PPMI) Provinsi Sumatera Utara dengan Nomor: 001.2/DM/DPW-PPMI/VI/2023 tanggal 19 Juni 2023 tentang tidak dipenuhinya hak-hak normatif pekerja oleh pihak Pengusaha Kebun Usaha Tani di Desa Air Hitam dan Desa Pangkalan Lunang Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
 
Menyikapi pengaduan itu, Dinas Tenagakerja Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Rantau Prapat meninjau ke lokasi Kebun Usaha Tani di Dusun Pasar Merah Desa Pangkalan Lunang Kecamatan Kualuh Leidong, Rabu (12/7/2023) siang.
 
Dijelaskan Abdul Nawawi Sekretaris Umum DPC PPMI Kabupaten Labura kepada Redaksi Majalahjurnalis.com melalui saluran telpon di Medan, Sabtu (15/7/2023).
 
Dikatakannya, ada 3 orang petugas dari Dinas Tenagakerja Provinsi Sumatera Utara UPT Rantau Prapat bernama Osner dan Saiful. Sememtara nama petugas yang satu saya lupa.

Abdul Nawawi Sekretaris Umum DPC PPMI Labuhanbatu Utara. @Arsip DPC PPMI Labura


Ketiga petugas tersebut mempertanyakan langsung kepada Sugito korban cacat mata permanen saat bekerja di Kebun Usaha Tani tentang kronologinya kejadian yang mengakibatkan matanya buta permanen.
 
Sementara pihak pengusaha Kebun Usaha Tani hanya membantu sebesar Rp. 1,5 juta, itupun dicicil 2 kali bayar.
 
Ketika dipertanyakan sama petugas UPT Disnaker Rantau Prapat, siapakah yang menanggung biaya pengobatan matanya?
 
Sugito menjawab, keluarga yang membiayai untuk pengobatan matanya dan biaya yang dikeluarkan sudah lebih dari Rp. 20 juta. Namun mata saya juga tak terselamatkan. Dan sejak kecelakaan kerja pada bulan September 2020 lalu sampai sekarang, Sugito tak bisa lagi bekerja. Anehnya pihak perusahaan tak pernah mempertanyakan keadaan Sugito, ujar Nawawi menirukan ucapan Sugito saat diintrogasi ketiga petugas tersebut.
 
Masih bersama Abdul Bawawi, selain ketiga petugas tersebut mempertanyakan kepada Sugito, mereka juga mempertanyakan kepada Yono Mandor tempat Sugito bekerja di Kebun Usaha Tani dan ketiga petugas itu juga mempertanyakan kepada para pekerja di Kebun Usaha Tani tentang BPJS, Gaji dan THR serta lain-lainnya.
 
“Setelah itu, ketiga petugas UPT Rantau Prapat berangkat ke kantor Desa Pangkalan Lunang dan kantor Lurah Tanjung Leidong, kemudian ketiga petugas itu diarahkan ke toko milik keluarga pengusaha Kebun Usaha Tani. Dari rangkaian kunjungan itu, ketiga petugas UPT Rantau Prapat kecewa karena dicuekin. Menurut ketiga petugas itu akan menyurati pihak terkait dalam waktu secepatnya,” tutup Nawawi.

Petugas dari Disnaker Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Rantau Prapat mengintrogasi pekerja Kebun Usha Tani saat melakukan kunjungan atas laporan DPW PPMI Sumut. dan hadir dipertemuan itu Sugito (baju kaos biru). @arsip DPC PPMI Labura


Menindaklanjutinya, Majalahjurnalis.com melakukan kontak melalui pesan WhatAPP (WA) kesalah satu petugas bernama Saiful.
 
Menurut Saiful, Kami dari UPT Rantau Prapat Pak. Masalah aduan Bapak (red- DPW PPMI Sumut) dan hasil kunjungan lapangan kami, akan kami sharing dulu di kantor hari Senin (17/7/2023).
 
Menanggapi hal tersebut di Medan, Thamrin BA Sekretaris Umum DPW PPMI Sumut mengatakan, kasus yang terjadi di Kebun Usaha Tani tetap akan kita kawal sampai pada prosesnya sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku diatur didalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.
 
Saya atas nama DPW PPMI Sumut mengucapkan terimakasih kepada Kepala Disnaker Provinsi Sumatera Utara  abanganda Ir. Abdul Haris Lubis, M.Si atas Atensinya terhadap kasus yang dialami anggota PPMI di Labura yang bekerja di Kebun Usaha Tani. Kami minta kepeda penegak hukum terkait menangani kasus ini agar semuanya diusut tuntas sehingga tak ada kesan pilih kasih, sebab tidak ada yang kebal hukum di bumi pertiwi ini, pungkas Thamrin. (red)

Post a Comment

0 Comments