Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Inilah Kisah Kepsek Bangun Sekolah yang Hancur

 

Husnil Khatimah, Kepala Sekolah 'Sekolah di Atas Awan'. (Foto: Dok. Pribadi)


MAJALAHJURNALIS.Com (Bangkinang) - Husnil Khatimah tak menyangka akan dipindahkan ke SDN 004 Bangkinang, Riau.
 
Dirinya yang baru diangkat sebagai Kepala Sekolah itu perlu memutar otak untuk membangun sekolah yang telah "hancur".
 
Kepada detikEdu, Husnil menceritakan bangunan sekolah yang terpaksa dihancurkan karena pembangunan daerah.
 
Menurut warga sekitar, ujar Husnil, sekolah tersebut merupakan sekolah bersejarah di Bangkinang.
 
"Akhirnya kawan-kawan satu guru minta ke pemerintah bahkan ke dewan untuk dibangunkan sekolah lagi," cerita Husnil.
 
Akhirnya Husnil beserta guru lainnya diarahkan untuk menumpang di bangunan sekolah lain. Tak Cuma SDN 004 Bangkinang, rupanya ada sekolah lain yang juga dialihkan untuk menumpang di bangunan sekolah tersebut.
 
"Kami kan dua sekolah, jadi kami disuruh memilih. Saya sepakat ambil sekolah di lantai 2," jelasnya.
 
Sekolah di Atas Awan
 
Selepas pindah ke bangunan baru, Husnil mengajak guru-guru lain untuk merancang sekolah senyaman mungkin. Guru dengan hobi bercocok tanam itu akhirnya menghias bangunan sekolah dengan aneka macam tumbuhan.
 
"Saya ajak beberapa teman untuk menanam pot bunga," ujarnya.
 
Tak hanya itu, Husnil juga memastikan sekolah menjadi tempat yang aman. Lokasinya yang berada di lantai 2, membuat Husnil menaruh tanda panah naik dan turun pada anak tangga.
 
Beragam inovasi tersebut sampai mengantar SDN 004 Bangkinang sebagai penyelenggara lomba antar sekolah.
 
"Sejak saat itulah sekolah saya terkenal di lantai 2, istilahnya Sekolah di Atas Awan" katanya.
 
Upacara-Olahraga di Lantai 2
 
Ruang yang terbatas tidak membatasi Husnil dan guru-guru untuk berkegiatan. Dengan 66 siswa aktif, SDN 004 Bangkinang mengadakan upacara hingga kegiatan olahraga di sekolah lantai 2 itu.
 
"Di atas kami tetap melakukan upacara, senam, pramuka," tuturnya.
"Jadi orang-orang merasa sekolah walaupun di atas, kegiatannya selalu ada," sambungnya.
 
Perempuan yang berprofesi guru sejak 1995 itu juga aktif mengunggah kegiatan sekolah di media sosialnya. Membuat orang tua di wilayah tersebut tertarik untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah di Atas Awan.
 
"Dengan orang tuanya [sekolah] sangat dekat. Karena di setiap group kelas saya masuk. Ketika terjadi sesuatu di kelas, apapun, langsung saya tangani," jelas Husnil saat ditanya yang membuat orang tua siswa betah menyekolahkan anaknya di sana.
 
Setelah 4 tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah, Husnil akhirnya dipindahkan ke SDN 016 Bangkinang. Kini Husnil masih aktif berinovasi lewat Fasilitator Daerah Tanoto Foundation.
Sumber : detikedu

Post a Comment

0 Comments