Ribuan
Aparat Dikerahkan Ribuan aparat dikerahkan untuk
mengeksekusi bangunan yang jadi markas GRIB Jaya Sumut di Jalan Sei Petani,
Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang. Tampak personel TNI, Polri hingga Satpol
PP tiba di lokasi sekitar pukul 12.40 WIB. Aparat yang datang terlihat memakai
atribut lengkap dengan persenjataan. Selain aparat, ratusan anggota Ormas
GRIB Jaya juga berada di lokasi, termasuk Sekjen DPP GRIB Jaya, Zulfikar.
Sementara Ketua DPD GRIB Jaya Sumut Samsul Tarigan diketahui ditahan Kejari Binjai
karena penguasaan lahan. Sempat terjadi perdebatan antara
Zulfikar dan pihak Pemprov Sumut di depan pagar markas tersebut hingga akhirnya
petugas melakukan pengecekan. Kemudian Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby
Nasution, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto, Kapolda Sumut Irjen
Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, Ketua DPRD Sumut Erni
Ariyanti Sitorus, wakil ketua Ihwan Ritonga, Bupati Deli Serdang, Wali Kota
Binjai, dan Bupati Langkat tiba di TKP. Sempat
Ada Perlawanan
Usai tiba di lokasi, Bobby langsung
memberikan perintah untuk memasukkan alat berat yang sudah siap di lokasi untuk
merobohkan bangunan tersebut. Ratusan anggota GRIB juga sempat melakukan
perlawanan dan mengadang alat berat masuk. Namun Bobby mendesak agar alat berat
tersebut langsung masuk dan merobohkan bangunan markas GRIB Jaya Sumut
tersebut. Akhirnya anggota GRIB Jaya berhasil dipukul mundur. Jadi
Sarang Narkoba dan Diskotek Ilegal
Bobby mengatakan markas GRIB Jaya
tersebut jadi sarang narkoba menurut pengakuan masyarakat. Selain itu juga ada
diskotek lengkap dengan alat Dj di dalamnya. Bangunan itu juga tidak memiliki
izin apa pun. "Hari ini kami bersama seluruh
Forkopimda Provinsi Sumatera Utara lengkap untuk menindaklanjuti keluhan
masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba di salah satu tempat yang secara
legalitas untuk apapun di tempat yang akan kita eksekusi tidak ada, baik izin
bangunan, izin hiburan malam juga tidak ada dari provinsi," kata Bobby
Nasution di lokasi. Bobby menjelaskan jika informasi dari
Kapolda Sumut, lokasi ini juga menjadi tempat jual beli narkoba. Bobby meminta
agar masyarakat melaporkan jika ada sarang narkoba yang lain. "Ditambah info dari Pak Kapolda
ada kegiatan jual beli narkoba di dalam bangunan yang akan kita hancurkan ini,
bagi seluruh masyarakat jika ada info terkait tempat-tempat jadi markas narkoba
silahkan sampaikan," tuturnya. Pihak GRIB Jaya mengaku jika bangunan
itu merupakan markas DPD. Namun Bobby menuturkan tidak mungkin ada markas Ormas
yang memiliki alat DJ hingga speaker. "Kegiatannya (di dalam bangunan)
kita semua sudah tahu, ada buktinya, ada alat DJ, ada speaker-speaker. Belum
tahu kita ada kantor yang ada alat DJ nya, belum pernah ketemu," tutupnya. DPP
GRIB Jaya Ngaku Tak Tahu
Sekjen DPP GRIB Jaya Zulfikar juga
berada di lokasi saat perobohan markas tersebut. Ia mengaku tidak tahu menahu
soal adanya diskoek Marcopolo di markas yang diresmikan Ketua Umum DPP GRIB
Jaya, Hercules tersebut. "Awalnya ini sebelum ada
Marcopolo ini adalah kantor GRIB sesuai dengan surat permohonan izin yang
dilakukan pengurus DPD Sumatera Utara ke Pemerintah Deli Serdang, pada saat itu
Pak Hercules, Ketua Umum kami juga datang meresmikan, pada saat itu murni hanya
sebatas kantor GRIB," kata Zulfikar di lokasi, Kamis (14/8/2025). Dia juga mengaku tidak tahu ada sarang
narkoba di lokasi tersebut. Namun menurutnya pihak kepolisian telah menunjukkan
bukti yang tidak bisa dibantah pihaknya. "Setelah itu, ada
perkembangan-perkembangan yang kami tidak tahu, tadi setelah saya melihat
ditunjukkan oleh pihak kepolisian, ada hal-hal yang tidak bisa dibantah, maka
kami organisasi GRIB melepaskan diri dari hal ini," ujarnya. Sekjen
GRIB Ikhlas Markas Dibongkar Atas tindakan Forkopimda tersebut,
Sekjen GRIB Jaya, Zulfikar mengaku ikhlas markas DPD GRIB Jaya Sumut dibongkar.
Namun menurutnya tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya. Pihaknya baru
mendapat informasi tadi malam dan ia pun baru tiba di Sumut pada Kamis pagi
usai mendapat informasi itu. Kehadirannya di lokasi ini katanya
untuk mediasi, namun karena mediasi gagal, pihaknya pun mengaku ikhlas markas
GRIB Jaya Sumut dibongkar. "Posisi GRIB di sini kebetulan di
lahan ini terdapat kantor GRIB dan untuk kantor GRIB tersebut ada surat
administrasi yang belum lengkap, berdasarkan hal itu tadi kami sudah berupaya,
meminta memohon mediasi namun gagal karena ada hal-hal lain yang tidak dapat
dimediasikan terkait diskotik Marcopolo, akhirnya kami yang mengikhlaskan tempat
ini dibongkar," tutupnya. Sementara, terkait diskotek Marcopolo,
ia mengaku tidak ada kaitannya dengan GRIB Jaya. Sehingga ia enggan merespons
lebih jauh soal itu. "Saya tidak bisa menjawab soal
itu, karena diskotik Marcopolo tidak ada kaitannya dengan GRIB Jaya, itu bukan
ranah saya untuk menjawab," ucapnya. Sumber : detiksumut
|
0 Komentar