Ticker

7/recent/ticker-posts

Dapat Tambahan Minyak Goreng 2 Liter dan Beras 10 Kg, Bakal Diterima Penerima Bansos

 

Dapat Tambahan Minyak Goreng 2 Liter dan Beras 10 Kg, Bakal Diterima Penerima Bansos

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Pemerintah tengah mempersiapkan anggaran untuk daftar bantuan sosial (bansos) tambahan pada akhir 2025 berupa minyak goreng sebanyak 2 liter. Sebelumnya pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan beras dua bulan Oktober dan November 2025 dalam bentuk beras 10 kilogram untuk 18,27 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
 
"Sudah dipersiapkan sama Pak Menteri Keuangannya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/9/2025).
 
Siap-Siap, Penerima Bansos Dapat Tambahan Minyak Goreng 2 Liter dan Beras 10 Kilogram.
 
Dalam kesempatan sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Kementerian Keuangan sedang mempersiapkan anggaran tambahan untuk bansos minyak goreng. Namun, Purbaya tidak menyebutkan secara pasti nominal anggaran akan digunakan Kemenkeu.
 
"Sudah disiapkan jadi 10 kilogram tambah 2 liter minyak sudah dipersiapkan anggarannya cukup,” ujar Purbaya.
 
Airlangga menambahkan bahwa bantuan tambahan minyak goreng masing-masing Keluarga Penerima Manfaat akan menerima 4 liter minyak goreng untuk bantuan periode Oktober hingga Desember 2025.
 
"Jadi, 2 liter kali 18 juta itu dikali 2 liter 2 paket jadi 4 liter,” ujar Airlangga.
 
Penyaluran Bansos Beras dan Minyak Goreng
 
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi memastikan pemerintah telah menyiapkan untuk program prorakyat tersebut dan ditargetkan pada Oktober akan mulai dijalankan. Dia pun memastikan paket bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng berkualitas baik.
 
"Seperti diketahui untuk bantuan pangan beras dua bulan Oktober dan November itu memang sudah disetujui, dalam bentuk beras 10 kilogram untuk 18,27 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Kemarin dalam dinamikanya ada usulan dari Ketua Banggar DPR, untuk tambahan 2 liter minyak goreng. Kita siapkan yang baik buat masyarakat kita," kata Arief dikutip di Jakarta pada Senin (22/9).
 
"Terkait mutu, pastinya harus baik. Bantuan pangan itu tidak boleh jelek. Tentunya nanti untuk beras dan minyak goreng juga harus sama-sama baik. Dalam hal ini Badan Pangan Nasional akan menyampaikan dalam Rakortas, kemudian diputuskan bersama-sama, terkait berapa anggarannya, berapa jumlah penerima, dan product specific-nya. Jadi perlu melibatkan banyak kementerian lembaga," tambah Arief.
 
Harga Beras Medium dan Minyak Goreng
 
Dikutip dari laman Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), harga beras medium dan minyak goreng MinyaKita dalam pantauan Panel Harga Pangan NFA masih cukup dinamis.
 
Per 21 September, rerata harga beras medium secara nasional telah menurun dibandingkan seminggu sebelumnya. Zona 1 dari Rp13.447 per kilogram menjadi Rp13.420 per kilogram. Zona 2 dari Rp14.051 per kilogram ke Rp14.029 per kilogram dan Zona 3 dari Rp16.147 per kilogram ke Rp15.808 per kilogram.
 
Sementara rerata harga MinyaKita per 21 September masih berada di level Rp17.463 per liter atau 11,23 persen lebih tinggi dari pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang Rp15.700 per liter.
 
Kendati begitu, apabila dibandingkan pada sebulan sebelumnya, rerata harga MinyaKita mengalami penurunan 0,93 persen karena saat itu berada di harga Rp17.529 per liter.
Sumber : Merdeka.com

Posting Komentar

0 Komentar