Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dalam Negeri AS Mulai Goncang, Trump Pecat Kristi Noem Menteri Keamanan Dalam Negeri

 

Dalam Negeri AS Mulai Goncang, Trump Pecat Kristi Noem Menteri Keamanan Dalam Negeri

Kristi Noem, menteri keamanan dalam negeri AS yang dipecat Presiden Donald Trump.@Instagram/@sec_noem.


MAJALAHJURNALIS.Com (Washington) Situsai Dalam Negeri Amerika Serikat mulai goncang, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, menjadikannya anggota kabinet pertama yang diberhentikan pada masa jabatan kedua Trump.
 
Noem sebelumnya dikenal sebagai tokoh penting dalam kebijakan deportasi massal yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Trump.
 
Keputusan tersebut muncul setelah masa jabatan Noem diwarnai berbagai kontroversi dan kritik, baik dari dalam Partai Republik maupun dari publik. Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah sekutu Trump juga telah berspekulasi mengenai kemungkinan pemecatannya.
 
Katalis pemecatan Noem disebut terkait kesaksiannya pekan ini mengenai kampanye iklan pemerintah yang menampilkan Presiden Trump senilai US$ 220 juta.
 
"Saya tidak pernah tahu apa pun tentang itu," kata Trump, dikutip dari The New York Times, Jumat (6/3/2026).
 
Selain itu, sejumlah anggota Partai Republik juga mempertanyakan respons Noem terhadap beberapa isu domestik. Salah satunya adalah kasus pembunuhan warga Amerika Serikat oleh agen imigrasi di Minneapolis.
 
Partai Republik juga mengkritik cara Noem menangani distribusi bantuan bencana yang dinilai tidak efektif.
 
Trump mengatakan ia berencana menunjuk Senator Republik dari Oklahoma, Markwayne Mullin, sebagai pengganti Noem. Mullin dikenal memiliki hubungan dekat dengan presiden dan kerap berkomunikasi langsung dengan Trump.
 
Mullin, yang sering berbicara dengan Trump, mengatakan Noem telah melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan dalam keadaan tersebut, tetapi ia berharap untuk belajar dari masa jabatannya dan membangun dari hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana.


Selain pergantian di kabinet, Trump juga mengumumkan rencana pembentukan posisi baru dalam pemerintahan, yakni utusan khusus untuk inisiatif keamanan bernama Perisai Amerika.
 
Pada saat yang sama, Trump juga menyampaikan pandangan keras mengenai situasi politik di Iran. Ia menuntut peran dalam menentukan pemimpin baru negara tersebut setelah meningkatnya konflik militer di kawasan.
 
Trump mengatakan, ia harus terlibat dalam memutuskan siapa yang akan memimpin Iran selanjutnya, setelah kampanye pengeboman AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
 
Trump juga menolak kemungkinan putra Khamenei menggantikan posisi tersebut.
 
Sementara itu, konflik di Timur Tengah terus meningkat pada hari keenam sejak dimulainya perang. Drone Iran dilaporkan mendarat di Azerbaijan, sementara negara-negara Eropa mengirim tambahan aset militer ke kawasan tersebut.
 
Israel juga memerintahkan evakuasi sebagian wilayah Lebanon, yang memicu kepanikan di Beirut dan sekitarnya.
 
Ketegangan juga meningkat di perbatasan Iran-Irak, di mana pasukan Kurdi Iran yang pro-Amerika dilaporkan tengah mempersiapkan unit bersenjata yang dapat memasuki wilayah Iran.
 
CIA sebelumnya memberikan senjata ringan kepada kelompok Kurdi tersebut. Trump bahkan menyatakan dukungan penuh jika mereka memutuskan untuk melancarkan serangan.
 
Trump mengatakan hari ini bahwa dia akan sepenuhnya mendukung mereka melancarkan serangan.
 
Situasi ini menambah kompleksitas konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah, dengan keterlibatan berbagai negara dan kelompok militer yang berpotensi memperluas eskalasi konflik.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar