Tim SAR menyisir Sungai Batang Anai untuk
mencari korban hilang akibat banjir bandang di Padang Panjang, Sumatera Barat,
Jumat (19/12/2025).@Beritasatu.com/Delfi Neski.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban
bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau
Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Jumat
(26/12/2025) sore, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.137 orang,
sementara 163 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Selain tingginya korban jiwa, dampak
bencana juga menyebabkan lebih dari 457.000 jiwa harus mengungsi. Para
pengungsi tersebar di 52 kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang serta
longsor di tiga provinsi tersebut.
Berdasarkan data BNPB, Provinsi Aceh
masih menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak. Di provinsi
paling barat Indonesia itu, tercatat sebanyak 504 orang meninggal dunia,
sementara 31 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Posisi kedua ditempati Provinsi
Sumatera Utara dengan 371 korban meninggal dan 60 orang dilaporkan masih
hilang. Sementara itu, Provinsi Sumatera Barat mencatat 262 korban meninggal
dunia, dengan 72 orang lainnya hingga kini belum ditemukan.
Jika dilihat berdasarkan wilayah
kabupaten/kota, Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah korban jiwa tertinggi,
yakni 205 orang. Disusul Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan 192 korban
meninggal, serta Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mencatat 133
korban jiwa akibat bencana tersebut.
Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat
dampak yang sangat signifikan terhadap permukiman warga. Sedikitnya 157.838
unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Perinciannya, yaitu sebanyak 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rumah rusak
sedang, dan 77.397 rumah rusak ringan.
Tidak hanya permukiman, banjir bandang
dan longsor juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas publik. BNPB
mencatat 215 fasilitas kesehatan terdampak, 3.188 fasilitas pendidikan rusak,
serta 806 rumah ibadah mengalami kerusakan. Selain itu, infrastruktur
transportasi juga terganggu, dengan 98 jembatan dan 101 ruas jalan terputus di
wilayah terdampak.
BNPB bersama kementerian, lembaga
terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus melakukan upaya tanggap
darurat, pencarian korban hilang, serta penyaluran bantuan logistik dan layanan
kesehatan. Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau tetap waspada terhadap
potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke
depan.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar