Warga Desa
Mekarmulya, Telukjambe Barat Terjang Derasnya Arus Sungai Cibeet Menuju Tempat
Pengungsian Sabtu 24 Januari 2026.@Beritasatu.com/Andi Maulana.
MAJALAHJURNALIS.Com (Karawang) –
Tanda bahaya manual berupa bunyi kentongan bersahut-sahutan di Desa Mekarmulya
dan sejumlah wilayah bantaran Sungai Cibeet, Telukjambe Barat, Sabtu
(24/1/2026).
Bunyi tersebut menjadi peringatan bagi
warga bahwa debit air Sungai Cibeet telah masuk status Siaga, menyusul hujan
deras yang mengguyur Kabupaten Karawang sejak 20 Januari 2026 lalu.
Hujan dengan intensitas tinggi
menyebabkan debit air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meningkat drastis hingga
meluap ke permukiman. Arus deras Sungai Cibeet bahkan telah memutus akses jalan
desa, yang mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total.
Untuk mencapai tempat pengungsian,
warga terpaksa menerjang derasnya arus luapan sungai. Kondisi ini membuat
proses evakuasi berlangsung sulit dan berisiko tinggi, terutama bagi kelompok
rentan seperti lanjut usia (lansia), perempuan, dan anak-anak.
Tim SAR gabungan dari BPBD, Dinas
Sosial, serta para relawan terus berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak di
dalam rumah. Para pengungsi kini mulai menempati titik-titik evakuasi yang
disiapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dengan dukungan bantuan logistik
dasar.
Alek, salah satu warga Desa
Mekarmulya, menceritakan pengalamannya saat harus menyelamatkan diri. Rumahnya
kini terendam banjir dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter.
“Air naik sangat cepat dan arus sungai
deras. Warga sudah pada mengungsi karena kondisi sudah tidak memungkinkan,”
ujar Alek saat ditemui di lokasi.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat hingga Sabtu (24/1/2026), banjir telah
meluas ke 16 kecamatan dan 30 desa. Total warga yang terdampak kini mencapai
sekitar 17.000 jiwa.
Kecamatan Telukjambe Barat menjadi
wilayah terdampak paling parah dengan 7 desa terendam. Di titik terdalam,
ketinggian air dilaporkan mencapai 3 meter, memaksa ribuan warga untuk tinggal
menetap di pengungsian sementara.
BPBD mengimbau masyarakat di wilayah
rawan bencana untuk tetap waspada dan memantau perkembangan debit air secara
berkala. Warga diminta segera mengikuti arahan petugas untuk mengungsi jika
situasi kembali memburuk, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi
hujan di wilayah Jawa Barat.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar