Ticker

7/recent/ticker-posts

AS Kena Damprat China, Sok Mau Jadi Polisi Dunia

 

AS Kena Damprat China, Sok Mau Jadi Polisi Dunia
Menlu Tiongkok Wang Yi.@Antara.


MAJALAHJURNALIS.Com (Beijing) –  Pemerintah China melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS) terkait operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
 
Beijing menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara yang berhak mengklaim peran sebagai "polisi atau hakim dunia."
 
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan mitranya dari Pakistan pada Minggu (4/1/2026). Tanpa menyebut nama AS secara langsung, Wang merujuk pada "perkembangan tak terduga di Venezuela" sebagai bentuk pelanggaran norma internasional.
 
"Kami tidak pernah berasumsi bahwa negara mana pun dapat berperan sebagai polisi dunia, dan kami juga tidak menerima negara mana pun yang mengeklaim sebagai hakim dunia," tegas Wang Yi.
 
Ia menekankan bahwa kedaulatan dan keamanan setiap negara harus dilindungi sepenuhnya sesuai hukum internasional. Wang menambahkan bahwa Tiongkok menentang keras segala bentuk penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan internasional.
 
Pada hari yang sama, Presiden China Xi Jinping juga memberikan sinyal ketidaksenangan saat bertemu dengan Perdana Menteri Irlandia, Michael Martin, di Beijing. Xi menyatakan bahwa negara-negara besar seharusnya memimpin dalam menghormati jalur pembangunan negara lain, bukan malah merusaknya.
 
"Dunia saat ini sedang mengalami pergolakan dan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu abad, di mana tindakan hegemoni unilateral secara serius merusak tatanan internasional," ujar Xi Jinping.
 
Kementerian Luar Negeri China sebelumnya telah mengecam kampanye militer bertajuk "Operasi Tekad Mutlak" tersebut sebagai tindakan pemaksaan hegemonik. Sebagai pembeli minyak terbesar Venezuela, China secara resmi mendesak AS untuk segera membebaskan Maduro dan menghentikan tindakan yang merusak pemerintahan sah Venezuela.


Hubungan Beijing dan Caracas dikenal sangat erat. Dalam pesan ulang tahun untuk Maduro pada November 2025 lalu, Presiden Xi mendeskripsikan kedua negara sebagai "sahabat dekat, saudara seiman, dan mitra yang baik."
 
Meskipun tensi memanas, Presiden AS Donald Trump mengeklaim dirinya tetap menjaga hubungan yang "sangat baik" dengan Xi Jinping. Trump bahkan berjanji bahwa pasokan minyak Venezuela ke China akan terus berlanjut tanpa gangguan meskipun Maduro telah ditangkap.
 
Operasi militer AS terhadap Venezuela dimulai pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. Sebanyak 150 pesawat dikerahkan dari 20 pangkalan untuk melancarkan serangan udara strategis. Operasi ini membuka jalur bagi pasukan khusus AS untuk memasuki ibu kota Caracas dan melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap Maduro.
 
Departemen Kehakiman AS menuduh Nicolas Maduro menjalankan pemerintahan korup dan terlibat dalam penyelundupan ribuan ton kokain ke Amerika Serikat. Hingga detik penangkapannya, Maduro terus membantah keras seluruh tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda politik.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar