Foto: Dok. Istimewa/Tangkap
Layar
MAJALAHJURNALIS.Com (Bandar Lampung) -
Video guru SD Negeri 3 Sinar Sari, Lampung Utara, Lampung, ngamuk-ngamuk karena
sekolahnya mendapat paket Makan Bergizi Gratis (MBG) basi viral. Polisi sudah
mendapat laporan terkait MBG basi dan sudah ada 11 murid yang mengalami
keracunan.
Dikutip detikSumbagsel, dari video
yang beredar terlihat guru bernama Ida Yuliana menunjukkan kondisi paket MBG
yang dinilai sudah tak layak konsumsi. Ia bilang buah dan lauk yang ada di MBG
sudah basi.
"Nah hari ini, apa tanggapan kamu
orang ngasih tempe-tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang bukan,
ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab?
Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ya! Ini penghinaan buat kami,"
katanya, Senin (12/1/2026).
Ida bilang peristiwa ini juga bukan
pertama kali terjadi di sekolahnya. Peristiwa serupa pernah beberapa kali
terjadi dengan paket makanan yang tak layak. Ia juga mempertanyakan pengawasan
di dapur MBG yang mengelola makanan tersebut.
"Udah kebiasaan! Kadang jeruk
busuk, kadang salak busuk. Ini anggur makanan hewan! Makan sama kamu orang!
Makannya cari pekerja itu yang betul-betul profesional. Kalau memang nggak bisa
bekerja, ganti pekerja! Jangan masukin barang busuk kayak gini! Ini bukan
makanan manusia! Saya minta tolong pertanggungjawaban kamu orang yang punya
Dapur MBG. Temui saya. Terima kasih," tegasnya.
Ida juga mengancam akan melaporkan
peristiwa tersebut ke Paspampres dan Presiden Prabowo.
"Dana anggaran ini dari
pemerintah, dari Bapak Presiden Prabowo. Ini saya lanjutin sampai ke beliau.
Jangan dikira saya enggak bisa sampai sama dia. Ya!," jelasnya.
"Ini saya tembusin langsung ke
Pak Pampres, tolong, Pak Mardianto yang terhormat. Memang kamu sudah jadi
pendamping Pak Pampres, jadi Pak Pampres di sana Mardianto. Saya minta tolong
sama kamu sampaiin sama Bapak Presiden Prabowo dari Lampung Utara, SD Negeri 3
Sinarsari," sambung Ida.
Terakhir, dia juga menyinggung soal
dapur tersebut yang tidak lagi beroperasi dengan alasan tidak ada pembayaran
dari pemerintah pusat.
"Dan 3 minggu kemarin mereka
tidak beroperasional, mereka bilang dana anggaran itu tidak turun dari pusat.
Dan mereka bilang lagi sama Ibu Ema bahwa anggaran 3 minggu tidak mereka ambil
dari pusat. Bener atau tidak tolong kamu konfirmasi sampai ke Bapak Presiden
Prabowo yang terhormat. Terima kasih Pak Pampres," tutup Ida.
Terkait dengan hal tersebut, Kabid
Hmas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan total ada 11 siswa SDN 3
Sindang Sari yang mengalami keracunan.
"Jadi pagi tadi Polres Lampung
Utara mendapatkan laporan adanya dugaan keracunan yang dialami siswa-siswi SDN
3 Sindang Sari. Total ada 11 siswa yang mengalami gejala tersebut,"
katanya, Senin (12/1/2026).
Yuni menjelaskan efek yang dialami
sebelas siswa-siswi tersebut mulai dari mual hingga muntah-muntah.
"Ya mual, pusing hingga
muntah-muntah dengan wajah sudah pucat. Namun alhamdulillah mereka sudah
kembali ke rumah usai menjalani perawatan di rumah sakit," jelasnya.
Sumber: detiksumut
0 Komentar