Ticker

7/recent/ticker-posts

Kemendag Tegaskan Manfaat Perdagangan Berjangka Komoditi bagi Pelaku Usaha

 

Kemendag Tegaskan Manfaat Perdagangan Berjangka Komoditi bagi Pelaku Usaha

Wamendag Dyah Roro saat membuka perdagangan bursa berjangka komoditi Indonesia 2026 di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat 2 Januari 2026.@Beritasatu.com/Bambang Ismoyo.


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan pentingnya optimalisasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) agar manfaatnya semakin dirasakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini dilakukan dengan menyatukan tujuan dan persepsi seluruh pemangku kepentingan guna memaksimalkan peran strategis PBK.
 
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan sektor perdagangan berjangka komoditi telah menunjukkan perkembangan yang positif. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional dinilai semakin nyata dan sangat dinantikan.
 
“Sektor (PBK) ini kami yakin bahwa kontribusinya juga sangat amat dinantikan dan juga kelihatan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Roro saat ditemui di kantor Kemendag, Jumat (2/1/2026).
 
Salah satu langkah yang didorong Kemendag adalah memasukkan komoditas unggulan nasional yang selama ini belum diperdagangkan di bursa berjangka ke dalam sistem PBK. Dengan demikian, pelaku usaha dapat memperoleh berbagai manfaat, mulai dari pembentukan harga yang transparan, tersedianya harga acuan yang kredibel, hingga instrumen lindung nilai (hedging) untuk mengelola risiko usaha.


Dalam konteks tersebut, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memiliki peran strategis dalam memastikan terbentuknya harga yang efisien dan adil bagi pelaku perdagangan komoditas. Kehadiran Bappebti diharapkan mampu memperkuat ekosistem PBK yang sehat, transparan, dan berdaya saing.
 
Kemendag meyakini, optimalisasi pemanfaatan perdagangan berjangka komoditi tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga membantu menjaga surplus neraca perdagangan Indonesia. Hal ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.
 
Pemerintah, lanjut Roro, menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Target tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
 
“Bapak presiden juga mempunyai target tentunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Target 8% ini luar biasa dan patut untuk kita realisasikan bersama,” pungkasnya.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar