Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo
Hadii.@Beritasatu.com/Celvin
Moniaga Sipahutar
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) -
Pemerintah memperjelas arahan Presiden Prabowo Subianto terkait koreksi desain
dan fungsi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Koreksi tersebut tidak
semata menyentuh aspek visual, tetapi mencakup perencanaan fungsi kawasan
secara menyeluruh, khususnya terkait ketahanan lingkungan dan mitigasi bencana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg)
Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden Prabowo meminta agar desain IKN mampu
menjawab tantangan lingkungan dan perubahan iklim yang dihadapi kawasan tersebut. Salah satu contoh koreksi yang
disoroti adalah penambahan embung di kawasan IKN. Embung tersebut berfungsi
menampung kelebihan air hujan guna mencegah banjir, sekaligus menjadi cadangan
air saat musim kemarau. “Desain itu dalam arti luas,
termasuk fungsi kawasan. Misalnya, perlu dipikirkan penambahan embung-embung
untuk mengelola air,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis
(15/1/2026). Selain mitigasi banjir, perhatian juga
diberikan pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah IKN.
Risiko kebakaran dinilai perlu diantisipasi secara serius mengingat karakter
iklim Kalimantan yang relatif panas.
Prabowo, kata Prasetyo, telah
menginstruksikan Otorita IKN (OIKN) untuk menerapkan berbagai metode mitigasi
kebakaran. Langkah tersebut antara lain dengan memasang sensor-sensor
pemantauan di sejumlah lokasi strategis kawasan. Presiden juga meminta agar seluruh
sistem dan teknologi mitigasi tersebut terus diuji coba secara berkelanjutan,
guna memastikan efektivitasnya dalam menghadapi ancaman kebakaran dan dampak
perubahan iklim. “Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa metode, termasuk
pemasangan sensor-sensor, dan diminta untuk terus diuji coba,” jelas Prasetyo. Melalui koreksi desain ini, pemerintah
berharap pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada kemegahan fisik dan fungsi
bangunan, tetapi juga mengedepankan ketahanan lingkungan, mitigasi bencana, serta
keberlanjutan jangka panjang. Sumber :
Beritasatu.com
0 Komentar