Ticker

7/recent/ticker-posts

Tanjung Jabung Timur Jambi Terendam Banjir, Kegiatan Sekolah Beralih ke Pembelajaran Daring

Tanjung Jabung Timur Jambi Terendam Banjir, Kegiatan Sekolah  Beralih ke Pembelajaran Daring

Sebanyak 10 sekolah di Jambi teredam banjir, sistem belajar dialihkan ke online Sebanyak 10 sekolah di Jambi teredam banjir, sistem belajar dialihkan ke online.@Beritasatu.com/Rudiansyah


MAJALAHJURNALIS.Com (Jambi) - Hujan mengguyur wilayah Jambi selama tiga hari menyebabkan banjir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Akibatnya, sebanyak 10 sekolah menengah atas (SMA) terendam banjir. Alhasil, kegiatan sekolah  beralih ke pembelajaran daring untuk sementara.
 
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar, mengatakan dari informasi terakhir ada sekitar sembilan hingga 10 SMA terdampak banjir.
 
Air masuk hingga ke ruang kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar di lokasi tidak memungkinkan dilakukan secara normal.
 
"Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran untuk sekolah terdampak agar belajar daring sementara, termasuk sekolah yang berpotensi terdampak banjir," ujar Umar kepada wartawan, Selasa (12/1/2026).
 
Meski banjir menggenangi bangunan, Umar menegaskan tidak ada barang berharga milik sekolah yang rusak. Namun, pihak sekolah dihimbau untuk menyelamatkan aset dan perlengkapan agar tetap bisa digunakan setelah kondisi kembali normal.


"Bangunan dan mebel terdampak, tetapi peralatan TIK masih bisa diselamatkan oleh kepala sekolah dan guru. Semua upaya dilakukan agar pembelajaran tidak terhenti," tambahnya.
 
Selama banjir berlangsung, sekolah menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kondisi. Di wilayah yang belum memungkinkan belajar daring, siswa diberikan tugas mandiri oleh guru untuk menjaga kontinuitas belajar tanpa membebani siswa.
 
Banjir di Tanjung Jabung Timur menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan sekolah dan fasilitas pendidikan menghadapi cuaca ekstrem.
 
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi terus memantau perkembangan dan memastikan proses belajar tetap berjalan aman bagi siswa.
 
"Kami berharap banjir segera surut, dan proses pembelajaran bisa kembali normal setelahnya," tuturnya.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar