Ticker

7/recent/ticker-posts

Gentengisasi Digaungkan Prabowo disambut Positif Bobby Nasution

 

Gentengisasi Digaungkan Prabowo disambut Positif Bobby Nasution
Gubsu Bobby Nasution mendukung soal rencana gerakan Gentengisasi di Sumut.@Nizar Aldi/detikSumut.


MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan gerakan 'Gentengisasi' agar Indonesia lebih indah. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mendukung soal rencana tersebut jika untuk estetika.
 
"Kalau untuk estetika kita sangat setuju, karena genteng itu kita lihat apalagi daerah yang memang intensitas panasnya tinggi daerah pesisir dan segala macam gampang karatan memang," kata Bobby Nasution di Kantor Gubsu, Jumat (6/2/2026).
 
Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis soal rencana tersebut. Sebab, berkaitan dengan ketersediaan genteng di Sumut.
 
"Ya untuk teknisnya kita masih menunggu ya, karena tentu kalau langsung kita lakukan tentu berkaitan dengan ketersediaan gentengnya," tuturnya.
 
Sebelumnya dilansir dari detikProperti, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan gerakan 'Gentengisasi' agar Indonesia lebih indah. Gerakan tersebut dilakukan untuk mengganti atap seng yang kerap terasa panas dan bisa berkarat dengan genteng yang terbuat dari tanah.
 
Prabowo mengatakan, di Indonesia saat ini banyak yang menggunakan atap seng. Padahal atap seng itu bisa membuat ruangan terasa panas bagi penghuni rumah.


"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek Gentengisasi seluruh Indonesia," ujarnya dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/2/2026).
 
Agar gerakan itu berjalan, Prabowo akan melengkapi Koperasi Merah Putih dengan pabrik genteng.
 
Bahan baku genteng yang terbuat dari tanah dianggap lebih menyejukkan daripada seng. Prabowo juga membandingkan penggunaan bahan atap pada zaman dulu seperti ijuk dan sirap yang dinilai lebih adem ketimbang seng.
 
"Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan berapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat. Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita, bahwa limbah dari batu bara ya, itu dicampur dengan tanah, bahan genteng yang baik," ungkapnya.
 
Ke depan, ia tidak ingin lagi melihat penggunaan seng, terutama yang sudah berkarat, pada atap rumah. Menurutnya, itu melambangkan degenarasi.
 
"Jadi saudara-saudara, saya mengajak, ini sangat penting. Turis dari luar, untuk apa dia datang melihat seng berkarat? Karat itu lambang degenerasi," ujarnya.
Sumber : detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar