Farida Sebut Nama Pejabat Dilingkungan Pemkab Deli Serdang Diduga Telah Jual-Beli Jabatan
MAJALAHJURNALIS.Com (Deliserdang) – Unggahan Video Farida Purba, pegawai Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Viral di akun media sosialnya.
Dalam video yang diunggah Farida Purba, beberapa netizen pun sempat menasehati dirinya agar berhati-hati karena bisa terkena UU ITE.
Dikiutip dari laman tribun-medan.com, sebelumnya sempat viral dengan pengakuan dipungli untuk mengikuti Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP) dan sempat mendapat respon serta atensi dari Presiden Prabowo, kini ia pun membuat heboh dengan video dugaan jual-beli jabatan di Deli Serdang.
Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan terserat dalam isi di videonya berdurasi 1 menit 36 detik dan sudah beredar di facebook dan tiktoknya, Farida Purba menyebut jelas nama-nama seorang pejabat di Dinas Kesehatan yang merupakan mantan pimpinannya.
Diantaranya dr Lenni Estiani yang baru dilantik dan menjabat Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan drg Sri Astuti Hayani yang menjadi Kepala Puskesmas Dalu X.
Disebut dalam video kalau dr Lenni membayar ke Bupati untuk mendapatkan jabatan.
Kemudian Sri Astuti Hayani dituding rakus dalam hal pengelolaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Atas videonya yang viral itu kini berbuntut panjang. dr Lenni dan drg Sri Astuti pun melaporkan perbuatannya itu ke polisi atas pelanggaran UU ITE.
Keduanya resmi membuat laporan pengaduan ke Polresta Deli Serdang, Rabu (4/2/2026). Laporan tersebut teregister dengan Nomor STTLP/B/135/11/2026/SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 4 Februari 2026.
"Iya hari ini kami laporkan dia ke Polresta. Kami nggak ada disuruh siapa-siapa hanya inisiatif kami berdua saja. Dia memang pernah jadi anggota saya saat masih di Bandar Baru. Yang diomongin dia itu nggak ada yang benar," kata Sri.
Dalam hal ini Farida Purba pun tidak takut dan langsung membalas dengan komentar ketus yakni "Nggak usah kau ajari ayam bertelur".Ia heran mengapa dr Lenni bisa diangkat Bupati padahal banyak kasus. Ia pun mempertanyakan berapa amplop yang disiapkan untuk mendapat jabatan itu."Mantap ya Pak Bupati, mengangkat dr Leni menjadi Pejabat Dinas Kesehatan. Hei dr Leni kasusmu begitu banyak.Kok bisa kau diamankan sama Bupati ya?. Saya mau tanya, berapa sih? (sambil menggerakkan jari jempol dan telunjuk tangannya). Berapa sih yang kau berikan?, berapa sih amplopmu. Kok kau aman aja ya?," ucap Farida.Farida merasa banyak tau kasus-kasus yang dilakukan oleh dr Leni.Termasuk dalam hal ini kasus PNS yang jalan-jalan ke Bangkok belum lama ini. Ia pun mengaku siap untuk membongkar kasus-kasus korupsi di Dinas Kesehatan."Dulu kau posko covid jaga. Jaga posko covid demi duit. Di (Puskesmas) Kenangan ini Kapus saya. Pak Prabowo, Pak Presiden saya mau pensiun Pak. Bantu saya mengungkap korupsi pungli Dinas Kesehatan Deli Serdang," katanya lagi.Nama drg Sri Astuti baru disinggung diujung-ujung video.Disebutkan kalau dokter gigi itu adalah atasannya saat masih tugas di Bandar Baru dan disebut rakus kali dengan duit termasuk dana BOK.Ucapan-ucapannya inilah yang kemudian membuat pelapor langsung membuat laporan ke Polresta Deli Serdang.Saat mengucapkan dan membuat video itu terlihat kalau Farida melakukannya di area lingkungan komplek perkantoran Bupati di Lubuk Pakam.Sementara itu Kepala BKPSDM Deli Serdang, M Yusuf menegaskan tidak ada bayar membayar dalam pengangkatan pejabat di Deli Serdang terkhusus lagi saat pelantikan akhir pekan lalu dimana dr Lenni dan pejabat lainnya dilantik. (red) |



0 Komentar