Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI).
Foto: Istimewa.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) -
Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI) buka suara merespons
tuduhan yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
bersama Ketua DPR Puan Maharani, dan Rizieq Shihab bertindak sebagai
koordinator dalam penyebaran isu ijazah Mantan Presiden RI Joko Widodo
(Jokowi). BMI menegaskan, tuduhan tersebut merupakan politik murahan yang
menjijikkan.
DPN BMI memberi kecaman keras terhadap
beredarnya konten hoaks serta fitnah yang diunggah oleh kanal YouTube Dibikin
Channel. Konten tidak bertanggung jawab tersebut tanpa dasar yang jelas telah
menuduh AHY, bersama Puan Maharani dan Rizieq Shihab bertindak sebagai
koordinator dalam penyebaran isu ijazah Jokowi.
Ketua Umum DPN BMI Farhan Efendi
melalui Ketua Harian DPN BMI Aditiya Utama didampingi Wakil Ketua Arnod Sihite
bersama tim pengurus DPN BMI mempertegas narasi yang dibangun oleh kanal
tersebut bukan sekadar informasi salah, melainkan sebuah kejahatan siber
terstruktur dan upaya pembunuhan karakter yang jahat untuk merusak citra AHY
serta mengganggu stabilitas politik nasional yang saat ini sedang kondusif.
“Tuduhan yang menyebut AHY
bersekongkol hingga membiayai gerakan untuk mendelegitimasi mantan kepala
negara adalah fitnah murahan yang sangat tidak berdasar dan merupakan serangan
personal yang amat keji,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu
(29/3/2026).
Saat ini, kata dia, AHY tengah fokus
total menjalankan amanah sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan
Kewilayahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Selain itu, hubungan AHY dengan
Jokowi selama ini terjalin sangat harmonis dan produktif,” jelasnya.
BMI menilai ada pihak yang tidak suka
dengan kinerja AHY, sehingga mereka mencoba menggunakan narasi sampah dan
manipulasi teknologi untuk memecah belah tokoh bangsa. Sebagai organisasi sayap
partai, BMI menegaskan bahwa AHY adalah sosok petarung yang gentleman dengan
integritas tinggi dan etika militer yang kuat, sehingga sangat tidak logis jika
dikaitkan dengan isu ijazah yang sudah basi dan berkali-kali dipatahkan.
“Apa yang dilakukan oleh kanal
tersebut adalah bentuk politik murahan yang menjijikkan karena menggunakan
rekaman suara hasil rekayasa digital demi mengadu domba tokoh bangsa,”
imbuhnya.
Oleh karena itu, BMI mendukung penuh
langkah Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat untuk
segera menyeret pengelola kanal tersebut ke ranah hukum guna memastikan ruang
digital Indonesia bersih dari produsen hoaks.
Lebih dari sekadar langkah hukum
formal, BMI juga mengancam akan melakukan investigasi mandiri dan tracing
digital untuk mencari dalang di balik kanal "Dibikin Channel".
BMI akan mencari tahu siapa yang
mendanai dan siapa aktor intelektual di balik konten ini, karena BMI tidak akan
membiarkan simbol kepemimpinan AHY diserang oleh pengecut yang bersembunyi di
balik layar.
“Sebagai peringatan terakhir, BMI
memberikan ultimatum terbuka kepada pengelola kanal Dibikin Channel dan
aktor-aktor di belakangnya untuk segera menghentikan fitnah ini, menghapus
konten terkait, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada AHY
serta Partai Demokrat,” ungkapnya.
Terakhir, BMI mengimbau seluruh kader
dan simpatisan untuk tetap tenang namun waspada, serta merapatkan barisan dalam
mengawal agenda pembangunan nasional. “Jangan pernah sekali-kali mencoba
merusak soliditas tokoh bangsa dengan fitnah, atau BMI yang akan bergerak
mencari dan mengungkap wajah asli aktor di balik akun tersebut ke publik,”
pungkasnya.
Sumber : SINDOnews.com
0 Komentar