Mohammad Boroujerdi Duta Besar Iran untuk
Indonesia.@Ist.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace
(BoP) menuai respons dari pemerintah Iran.
Melalui
pernyataan resminya, Teheran menegaskan sikap menghormati setiap kebijakan luar
negeri yang diambil oleh Jakarta.
Board of Peace
(BoP) sendiri merupakan badan bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
yang bertugas mendukung administrasi, rekonstruksi, hingga pemulihan ekonomi
Jalur Gaza, Palestina, sesuai 20 poin rencana perdamaian Trump.
Seruan agar RI
keluar dari BoP mencuat setelah AS meluncurkan serangan gabungan bersama Israel
ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran
Ayatollah Ali Khamenei.
Duta Besar
Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pandangannya terkait
polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa Iran tidak mencampuri urusan kebijakan
negara lain, termasuk keputusan Indonesia bergabung dengan BoP.
"Kami
percaya bahwa kebijakan dari setiap negara diambil berdasarkan kepentingan dari
negara tersebut. Dan kami tidak bisa mengomentari kebijakan dari sebuah
negara," ucap Boroujerdi dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Senin
(2/3/2026).
Sebelumnya,
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Minggu (1/3/2026) mendesak pemerintah keluar
dari Board of Peace. Seruan itu disampaikan menanggapi serangan AS dan Israel
terhadap Iran.
MUI
menjabarkan AS, yang saat ini memainkan peran sentral dalam perdamaian di Gaza,
telah melakukan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dengan mendukung
Israel menyerang Iran.
MUI lantas
mempertanyakan peran BoP yang digadang-gadang sebagai badan perdamaian.
"Apakah
strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil atau justru
memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?
Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP
karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di
Palestina," demikian pernyataan MUI. (fc)
0 Komentar