Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hari ini Sasaran Mahasiswa Demo Besar-Besaran di Gedung DPR, MK, dan Istana

 

Hari ini Sasaran Mahasiswa Demo Besar-Besaran di Gedung DPR, MK, dan Istana
Massa mahasiswa tertahan di kawasan sekitar Halte Transjakarta Tosari setelah akses menuju Bundaran HI dijaga aparat gabungan, Jumat 12 Juni 2026.@Beritasatu.com/Andrew Tito.


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Aksi demo mahasiswa besar-besaran akan digelar di sejumlah lokasi di Jakarta pada Senin (15/6/2026).
 
Gedung DPR/MPR, gedung Mahkamah Konstitusi, dan depan Istana Negara, akan menjadi lokasi mahasiswa menyuarakan tuntutan.
 
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) berencana akan menggear aksi di depan Istana Negara mulai pukul 10.00 WIB.
 
Ada enam tuntutan yang disuarakan BEM UBK dengan mengusung tagar tata ulang Indonesia, yakni:
 
  1. Mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
  2. Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia.
  3. Stop militerisma dan tegakkan supremasi sipil.
  4. Mendesak pemerintah mengambil langkah strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
  5. Berikan hak pendidikan inklusif, berkualitas dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
  6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak yang membebani masyarakat.

Ajakan untuk turun ke jalan juga disuarakan Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina, Jakarta dengan titik kumpul di lobi Gedung Nurcholis Madjid pukul 13.00 WIB.
 
Aksi demo juga akan digelar di depan gedung DPR/MPR yang dimotori kelompok Cipayung (PMKRI, GMNI, PMKRI, LMND dan Hima Persis Jakarta).
 
Gedung Mahkamah Konstitusi juga menjadi salah satu lokasi yang akan digeruduk perserta aksi demo. LBH Jakarta mengajak jurnalis dan masyarakat sipil untuk hadir dan bersolidaritas dalam mengawal judicial review UU APBN demi terselamatkankannya pendidikan Indonesia.
 
Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia akan kembali menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dan saksi dari pemohon terkait permohonan uji materiel UU APBN 2026 dengan Nomor Perkara 55/PUU-XXIV/2026 pada Senin (15/6/2026) pukul 13.00 WIB.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar