Kritik dari masyarakat merupakan hal
yang wajar, sebagai bentuk kepedulian agar program tersebut benar-benar memberikan
manfaat secara maximal, akan tetapi solusi yang terbaik yang sangat diharapkan
ketimbang untuk dihapus atau ditutup Pelaksanaan MBG (Makan Bergizi Gratis).
Program MBG merupakan salah satu
langkah pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan
keluarga kurang mampu untuk mendapatkan asupan gizi yang layak.
Kehadiran program ini juga dapat
membantu perekonomian masyarakat kecil yang berpenghasilan rendah, sebab dibalik
program tersebut ada ribuan masyarakat yang menggantungkan nasibnya, hal itu
dikarenakan untuk meningkatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,
baik dari sisi kebutuhan sehari-hari maupun biaya pendidikan sekolah dan
lainnya.
Program ini juga sangat membantu menurunkan
angka pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan. Sejak adanya MBG, pelaku
UMKM mulai berkembang dan hendaknya pemerintah tetap melakukan operasi pasar
agar harga stabil sehingga tidak memicu kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pengawasan MBG sampai ke sekolah harus
dilakukan serta berikan kebebasan bagi sekolah-sekolah penerima MBG untuk
mengkoreksi menu ataupun makanan yang layak dikonsumsi anak-anak sekolah, bukan
langsung diteror dengan ancaman pemindahan atau intimidasi dari pihak pelaku
MBG.
Terkesan penerima MBG yakni dari pihak
sekolah takut dan lebih baik diam karena adanya ancaman jabatan atau lainnya
seperti yang muncul di media sosial.
Padahal diakui pelaksanaan MBG tentu
masih banyak terdapat kekurangan disana-sini. Dan ini yang seharusnya menjadi
perhatian pemerintah khususnya untuk dilakukan perbaikan.
Perlunya evaluasi secara menyeluruh terhadap
tekhnis pelaksanaan MBG, pengawasan anggaran harus diperkuat karena anggaran untuk
MBG ini bisa dibilang cukup besar dan berpotensi penyalahgunaan Anggaran Dana, sehingga
menjadi tantangan yang harus segera benahi, pelaku pelaksana MBG.
Transparansi anggaran harus dibuka
secara jelas, agar publik mengetahui
bagaimana dana digunakan dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Penggunaan anggaran harus diperkuat, harus
melibatkan pemerintah daerah agar pengawasan dilapangan lebih maximal, sehingga
program tersebut berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Oleh karna itu, yang perlu diperbaiki
adalah sistem management dan pengawasannya dengan management yang baik dan professional.
MBG dapat menjadi program jangka
panjang yang bukan hanya meningkatkan gizi anak bangsa, tetapi juga membantu
menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil diberbagai bidang dan daerah, karena
pada dasarnya masyarakat mendukung program yang bertujuan membantu masyarakat
kecil.
Pengawasan yang kuat bukan berarti
menghambat program, melainkan untuk menjaga program MBG agar tetap bersih, tepat
sasaran dan memberikan manfaat bagi
masyarakat dengan sistem yang baik.
Tentunya masyarakat akan semakin
percaya bahwa program MBG dikerjakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk
kepentingan segelintir pihak saja.
Program MBG ini memiliki potensi besar
dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, karna itu yang
dibutuhkan saat ini bukan perdebatan yang menghentikan program, atau
mencari-cari masalah agar ditutup dengan politik yang dihembuskan. Dan segera
mungkin MBG ini harus memiliki payung hukumnya berupa Undang-Undang yang dibuat
dan disetujui oleh DPR dan Pemerintah serta alokasi anggarannya ditetapkan didalam APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).
Maka muncullah komitmen bersama untuk
mengawal pelaksanaannya agar tetap transparan, profesianal dan bebas dari (KKN)
Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.
(Penulis adalah Kepala Biro (Kabiro) majalahjurnalis.com
Kabupaten Deli Serdang & Kabid Usaha & Koperasi Dewan Pimpinan Wilayah
Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia (DPW APPI) Provinsi Sumatera Utara).
0 Komentar