Pelatih Timnas Jerman, Julian
Nagelsmann, enggan membicarakan peluang timnya menjadi favorit juara Piala
Dunia 2026.@AP/Nam Y Huh.
MAJALAHJURNALIS.Com
(Jakarta) – Pelatih Timnas Jerman, Julian
Nagelsmann, enggan membicarakan peluang timnya menjadi favorit juara Piala
Dunia 2026. Menurutnya, kesuksesan sebuah tim baru bisa dinilai setelah
turnamen berakhir.
Dalam
konferensi pers menjelang pertandingan, Nagelsmann memilih fokus pada persiapan
tim dibandingkan membahas target atau status favorit yang kerap disematkan
kepada Jerman.
"Lebih
mudah membicarakan hal itu setelah turnamen selesai. Setelahnya kita bisa
berdiskusi apakah ini sukses atau tidak. Tapi sekarang mari kita jalani dulu
pertandingan demi pertandingan," ujar Nagelsmann.
Jerman
datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal positif setelah menunjukkan performa
yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Nagelsmann menegaskan
timnya tidak ingin terbebani ekspektasi berlebihan.
Laga
Jerman kali ini juga menghadirkan duel menarik di pinggir lapangan. Nagelsmann
yang berusia 38 tahun tercatat sebagai pelatih termuda di Piala Dunia 2026.
Sementara
itu, sang lawan, Dick Advocaat, tercatat sebagai pelatih tertua dalam sejarah
Piala Dunia. Pelatih Timnas Curacao tersebut telah menginjak 78 tahun.
Saat
ditanya apakah dirinya masih ingin melatih tim sepak bola hingga usia seperti
Advocaat, Nagelsmann mengaku tidak memiliki rencana tersebut.
"Tidak.
Sepertinya tidak. Saya mencintai pekerjaan ini, tetapi pada usia itu saya ingin
melakukan hal-hal lain dalam hidup," katanya.
Meski
demikian, Nagelsmann memberikan penghormatan tinggi kepada Advocaat yang
dinilainya memiliki karier luar biasa di dunia kepelatihan.
"Dick
adalah pelatih yang sangat hebat dan telah melakukan pekerjaan luar biasa. Saya
selalu bisa belajar dari orang-orang seperti dia. Sebelum pertandingan saya
akan menyapanya. Kami akan saling bertarung selama pertandingan, dan setelahnya
kami bisa kembali menjadi teman," ujar Nagelsmann.
Pertemuan
Jerman dan Curacao tidak hanya menarik karena persaingan di lapangan, tetapi
juga mempertemukan dua pelatih dari generasi yang berbeda dengan rentang usia
mencapai 40 tahun.
Sumber
: Beritasatu.com
0 Komentar