Foto:
pariwisatasumut.net
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Musim durian yang dinantikan banyak pecinta
durian telah tiba. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu diketahui
batasan jumlah buah durian yang dikosunmsi agar tak berdampak buruk terhadap
kesehatan.
Durian
sendiri adalah buah yang tinggi akan kalori, gula, dan karbohidrat. Maka dari
itu perlu dibatasi jumlah buah yang akan dikonsumsi.
Lantas,
berapa batas aman makan durian dalam sehari? Dikutip detikFood dari AsiaOne,
sejumlah ahli gizi dan dokter membagikan panduan mengenai batas aman makan
durian, manfaat gizinya, hingga mitos yang selama ini beredar di masyarakat.
Fakta Tentang Buah Durian
1.
Durian Tetap Sehat Asal Dikonsumsi Secukupnya
Durian sering dianggap sebagai buah yang kurang
sehat karena rasanya manis dan teksturnya kaya. Padahal, buah ini mengandung
berbagai zat gizi penting yang bermanfaat bagi tubuh.
Ahli gizi dari Changi General Hospital
menjelaskan bahwa durian mengandung lemak tak jenuh tunggal atau
'monounsaturated fat' yang dikenal sebagai lemak baik.
Kandungan tersebut dapat membantu menurunkan
kadar kolesterol jahat sekaligus mendukung pengendalian tekanan darah. Selain
itu, durian juga kaya kalium, serat, zat besi, vitamin C, hingga vitamin B
kompleks.
Durian juga mengandung senyawa antioksidan
seperti flavonoid dan karotenoid yang berpotensi membantu menurunkan risiko
penyakit jantung, diabetes, hingga beberapa jenis kanker jika dikonsumsi
sebagai bagian dari pola makan seimbang.
2. Batas
Aman Makan Durian dalam Sehari
Meski
bernutrisi, durian tetap sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Ahli
gizi dari Changi General Hospital, Mount Alvernia Hospital, dan Raffles Medical
Group sama-sama menyarankan konsumsi sekitar dua hingga tiga pongge (biji)
durian dalam sekali makan.
Bagi
penderita diabetes, jumlah yang dianjurkan lebih sedikit, yaitu satu hingga dua
pongge per porsi. Hal ini karena durian mengandung kalori, gula, dan
karbohidrat yang cukup tinggi.
Sebagai
gambaran, satu buah durian kecil dapat mengandung sekitar 885 kalori dan 163
gram karbohidrat. Jumlah tersebut hampir memenuhi setengah kebutuhan kalori
harian orang dewasa sehingga konsumsi berlebihan berisiko meningkatkan berat
badan maupun kadar gula darah.
3. Benarkah
Durian Membuat Tubuh 'Panas'?
Durian
sejak lama dikenal sebagai makanan yang bersifat 'panas' dalam pengobatan
tradisional Tiongkok atau 'Traditional Chinese Medicine' (TCM).
Istilah
tersebut mengacu pada makanan yang dipercaya dapat meningkatkan panas dalam
tubuh sehingga memicu keluhan seperti sariawan, sakit tenggorokan, atau
sembelit.
Menurut
praktisi TCM dari Raffles Chinese Medicine, efek tersebut dipercaya dapat
diimbangi dengan minuman yang bersifat 'dingin', seperti air kelapa, teh hijau,
teh krisan, teh mint, atau air garam.
Durian
juga kerap disantap bersama manggis karena dianggap memiliki sifat menyejukkan.
Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan bahwa manggis
benar-benar mampu menetralisir efek durian tersebut.
4. Hindari Konsumsi
Berlebihan, Terutama Bersama Alkohol
Salah
satu mitos yang cukup populer adalah anggapan bahwa durian tidak boleh
dikonsumsi bersama minuman beralkohol karena bisa memicu serangan jantung atau
bahkan kematian.
Para
dokter dari National University Hospital menjelaskan bahwa kombinasi tersebut
memang tidak disarankan, tetapi bukan karena alasan tersebut.
Saat
durian dan alkohol dikonsumsi bersamaan dalam jumlah banyak, hati harus bekerja
lebih keras untuk memetabolisme lemak, gula, dan alkohol sekaligus. Kondisi itu
dapat menyebabkan perut kembung, gangguan pencernaan, serta rasa tidak nyaman.
Karena
itu, para ahli sepakat bahwa cara terbaik menikmati durian adalah
mengonsumsinya dalam jumlah wajar agar manfaat gizinya tetap dapat diperoleh
tanpa meningkatkan risiko kesehatan.
Sumber :
detiksumut
0 Komentar