Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Begini Caranya Konsumsi Durian Agar Tak Ganggu Kesehatan

 

Begini Caranya Konsumsi Durian Agar Tak Ganggu Kesehatan
Foto: pariwisatasumut.net


MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Musim durian yang dinantikan banyak pecinta durian telah tiba. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu diketahui batasan jumlah buah durian yang dikosunmsi agar tak berdampak buruk terhadap kesehatan.
 
Durian sendiri adalah buah yang tinggi akan kalori, gula, dan karbohidrat. Maka dari itu perlu dibatasi jumlah buah yang akan dikonsumsi.
 
Lantas, berapa batas aman makan durian dalam sehari? Dikutip detikFood dari AsiaOne, sejumlah ahli gizi dan dokter membagikan panduan mengenai batas aman makan durian, manfaat gizinya, hingga mitos yang selama ini beredar di masyarakat.
 
Fakta Tentang Buah Durian
 
1.  Durian Tetap Sehat Asal Dikonsumsi Secukupnya
 
Durian sering dianggap sebagai buah yang kurang sehat karena rasanya manis dan teksturnya kaya. Padahal, buah ini mengandung berbagai zat gizi penting yang bermanfaat bagi tubuh.
 
Ahli gizi dari Changi General Hospital menjelaskan bahwa durian mengandung lemak tak jenuh tunggal atau 'monounsaturated fat' yang dikenal sebagai lemak baik.
 
Kandungan tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat sekaligus mendukung pengendalian tekanan darah. Selain itu, durian juga kaya kalium, serat, zat besi, vitamin C, hingga vitamin B kompleks.
 
Durian juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid yang berpotensi membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga beberapa jenis kanker jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
 
2.  Batas Aman Makan Durian dalam Sehari
 
Meski bernutrisi, durian tetap sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Ahli gizi dari Changi General Hospital, Mount Alvernia Hospital, dan Raffles Medical Group sama-sama menyarankan konsumsi sekitar dua hingga tiga pongge (biji) durian dalam sekali makan.
 
Bagi penderita diabetes, jumlah yang dianjurkan lebih sedikit, yaitu satu hingga dua pongge per porsi. Hal ini karena durian mengandung kalori, gula, dan karbohidrat yang cukup tinggi.



Sebagai gambaran, satu buah durian kecil dapat mengandung sekitar 885 kalori dan 163 gram karbohidrat. Jumlah tersebut hampir memenuhi setengah kebutuhan kalori harian orang dewasa sehingga konsumsi berlebihan berisiko meningkatkan berat badan maupun kadar gula darah.
 
3.  Benarkah Durian Membuat Tubuh 'Panas'?
 
Durian sejak lama dikenal sebagai makanan yang bersifat 'panas' dalam pengobatan tradisional Tiongkok atau 'Traditional Chinese Medicine' (TCM).
 
Istilah tersebut mengacu pada makanan yang dipercaya dapat meningkatkan panas dalam tubuh sehingga memicu keluhan seperti sariawan, sakit tenggorokan, atau sembelit.
 
Menurut praktisi TCM dari Raffles Chinese Medicine, efek tersebut dipercaya dapat diimbangi dengan minuman yang bersifat 'dingin', seperti air kelapa, teh hijau, teh krisan, teh mint, atau air garam.
 
Durian juga kerap disantap bersama manggis karena dianggap memiliki sifat menyejukkan. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan bahwa manggis benar-benar mampu menetralisir efek durian tersebut.
 
4.  Hindari Konsumsi Berlebihan, Terutama Bersama Alkohol
 
Salah satu mitos yang cukup populer adalah anggapan bahwa durian tidak boleh dikonsumsi bersama minuman beralkohol karena bisa memicu serangan jantung atau bahkan kematian.
 
Para dokter dari National University Hospital menjelaskan bahwa kombinasi tersebut memang tidak disarankan, tetapi bukan karena alasan tersebut.
 
Saat durian dan alkohol dikonsumsi bersamaan dalam jumlah banyak, hati harus bekerja lebih keras untuk memetabolisme lemak, gula, dan alkohol sekaligus. Kondisi itu dapat menyebabkan perut kembung, gangguan pencernaan, serta rasa tidak nyaman.
 
Karena itu, para ahli sepakat bahwa cara terbaik menikmati durian adalah mengonsumsinya dalam jumlah wajar agar manfaat gizinya tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko kesehatan.
Sumber : detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar