Suahasil Nazara dilantik
jadi Menkeu RI, gantikan Purbaya Yudhi Sadewa.@Tangkapan layar Youtube Sekretariat
Presiden
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) -Sejumlah media asing
menyoroti Presiden Indonesia Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi
Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan secara mendadak, Senin (14/9/2026). Prabowo lalu menunjuk
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk mengisi posisi tersebut. Dia
dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini. "Bahwa saya akan
setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta
akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya
demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Suahasil, saat
mengucap ikrar. Pencopotan Purbaya dan
penunjukan Suahasil jadi Menkeu jadi sorotan media asing. Media yang berbasis di
Singapura, Channel NewsAsia dan media Jepang Nikkei Asia merilis
laporan berjudul "Pejabat ungkap Presiden Indonesia ganti Menkeu, Wamenkeu
naik" pada Senin (14/9/2026). Selain itu, media yang
berbasis di Amerika Serikat, US News & World Report dan media di Hong
Kong South China Morning Post merilis artikel "Presiden Indonesia
Ganti Menteri Keuangan, Digantikan Wamenkeu."
Media yang berbasis di
Inggris, Financial Times, juga melaporkan hal serupa. Mereka merilis artikel
berjudul "Presiden Indonesia Prabowo Subianto Pecat Menkeu usai Setahun." Dalam artikel FT, mereka
menyertakan pernyataan Suahasil usai dilantik. Menurut Menkeu baru itu, Prabowo
meminta dia untuk menjaga "kesehatan kredibilitas" anggaran negara. Suahasil juga bersumpah
akan menjaga defisit fiskal negara di bawah batas hukum yang ditetapkan sendiri
sebesar tiga persen. Suahasil menjabat Wakil
Menteri Keuangan sejak 2019, di bawah presiden sebelumnya Joko Widodo. Perubahan di kementerian
keuangan ini merupakan kali kedua di bawah kepemimpinan Prabowo. Sebelumnya,
dia menunjuk Purbaya pada September 2025 usai mencopot Sri Mulyani karena
persoalan disiplin fiskal. Pada Juli lalu,
teknokrat terkemuka Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai gubernur Bank
Indonesia di tengah tekanan pemerintah untuk mendukung tujuan ekonomi yang
ambisius. Sumber : CNN Indonesia
0 Komentar