Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Masalah Jantung Jangan Sepele, Inilah Panduan Olahraganya

 

Ilustrasi olahraga. ©2013 shutterstock/ Monkey Business Images


MAJALAHJURNALIS.Com Olahraga merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Melakukannya secara rutin bisa membantu kita terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Dilansir dari Medical Xpress, panduan terbaru mengungkap bahwa terdapat satu lagi manfaat olahraga terhadap kesehatan seseorang. Hasil pedoman dari European Society of Cardiology (ESC) mengungkap bahwa olahraga dan aktivitas fisik bisa berdampak langsung pada dari berbagai jenis penyakit jantung.

"Meningkatnya jumlah obesitas dan gaya hidup kurang gerak menjadikan aktivitas fisik lebih penting untuk dilakukan pada saat ini dibanding sebelumnya," terang Professor Antonio Pelliccia dari Institute of Sports Medicine and Science, Roma, Italia.

"Olahraga rutin tak hanya mencegah penyakit jantung, namun juga menurutunkan kematian prematur pada mereka yang memiliki penyakit jantung bawaan," sambungnya.

Dampak negatif berolahraga terhadap serangan jantung seseorng bahkan cukup sedikit.

"Peluang dari olahraga bisa memicu serangan jantung atau henti jantung sangat kecil," terang Professor Sanjay Sharma dari St. George's, University of London, UK.

"Seseorang yang benar-benar tidak aktif serta mereka dengan penyakit jantung lanjutan harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum berolahraga," sambungnya.

Saran juga diberikan pada mereka yang berolahraga selama kehamilan atau pada kondisi tertentu seperti ketinggian, di dasar laut, pada area berpolusi, serta apada temperatur ekstrem. Pedoman ini mengungkap bahwa asap kendaraan tidak bakal menurunkan manfaat aktivitas fisik terhadap kesehatan jantung.

Saran bagi Mereka yang Memiliki Penyakit Jantung

Sama seperti orang dewasa pada semua usia, seseorang dengan penyakit jantung harus sering berolahraga. Jumlah jam olahraga total yang dibutuhkan adalah 150 menit per minggu dengan olahraga intensitas ringan. Olagraga intensitas ini bisa membantu meningkatkan detak jantung dan tingkat pernapasan namun sambil tetap dapat berbincang-bincang.

Bagi mereka yang kelebihan berat badan, memiliki tekanan darah tinggi, atau diabetes, pedoman ini menyarankan olehraga untuk meningkatkan kekuatan setidaknya tiga kali seminggu. Selain itu, tambahi dengan olahraga aerobik ringan atau keras seperti bersepeda, berlari, atau berenang.

Saran bagi yang Memiliki Penyakit Arteri Koroner

Penyakit arteri kononer merupakan penyakit jantung yang paling umum dan disebabtkan penumpukkan lemak pada bagian dalam arteri. Ketika arteri tersumbat sepenuhnya, hal ini bisa menyebabkan serangan jantung.

Pada mereka yang memiliki penyakit arteri koroner, melakukan olahraga baik secara kompetitif maupun amatir tetap perlu dilakukan.

"Seseorang denganriwayat penyakit arteri koroner yang ingin untuk berolahraga pada kali pertama harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu," terang Professor Pelliccia.

"Tujuannya adalah untuk menyesuaikan intensitas aktivitas tergantung dari risiko seseorang mengalami kejadian akut seperti serangan jantung," sambungnya.

Saran bagi yang Memiliki Masalah Jantung Lain

Aktivitas fisik yang ringan namun teratur sangat direkomendasikan untuk mencegah masalah ritme jantung yang umum terjadi bernama fibrilasi atrial. Seseorang dengan fibrilasi atrial yang mengonsumsi antikogualatan untuk mencegah stroke, sebaiknya menghindari olahraga yang melibatkan kontak fisik karena berisiko menyebabkan pendarahan.

Seseorang yang menggunakan alat pacu jantung juga tidak harus berhenti berolahraga. Hanya saja pastikan untuk menghindari olahraga yang melibatkan kontak fisik langsung. Pastikan memilih jenis olahraga yang sesuai dengan yang disarankan dokter.

Segera Sadari Jika Ada yang Tak Beres

Profesor Pelliccia mengatakan bahwa jika seseorang mengalami nyeri di dada selama lebih dari 15 menit, sebaiknya segera hubungi ambulans.

"Jika kamu merasa bahwa olahraga menyebabkan palpitasi, napas pendek yang tak biasa, serta rasa tak nyaman di dada, turunkan aktivitasmu serta segera konsultasi dengan dokter," sarannya.

Sumber : Merdeka.com

Post a Comment

0 Comments